Riset Universitas Sahid: AI Smartwatch Kendalikan Perilaku Pengguna
Riset doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid mengungkap bahwa jam tangan pintar berbasis kecerdasan buatan (AI smartwatch) kini mengendalikan perilaku penggunanya di Indonesia.
Temuan ini dipublikasikan pada Rabu (27/5/2026).
>>> Hotta Studio Buka Pra-Unduh Neverness to Everness Sebelum Rilis Global
Perangkat wearable yang beredar di tanah air tidak lagi sekadar alat pemantau kesehatan. Fenomena ini memicu pergeseran identitas pada pengguna akibat pengaruh kuat teknologi digital.
Penelitian ini berasal dari disertasi berjudul 'AI-Powered Smartwatches as a Driving Force of Individuation Communication Transformation Across Indonesian Generations'.
Studi melibatkan wawancara mendalam terhadap 30 partisipan dari Gen X, Milenial, dan Gen Z di Jakarta, Bandung, serta Surabaya.
Data tahun 2024 menunjukkan pengguna jam tangan pintar di Indonesia didominasi Gen Z (51 persen) dan Milenial (49 persen).
Peneliti Dr. Ressa Uli Patrissia menjelaskan teknologi ini bertindak sebagai pribadi pendamping penggunanya.
“Ia telah menjadi sesuatu yang memiliki kekuatan yang memengaruhi penggunanya,” ujar Dr. Ressa Uli Patrissia, Doktor Komunikasi dari Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid.
Ressa menambahkan bahwa sistem AI memicu komunikasi dua arah yang intens dengan manusia.
>>> Kominfo Blokir Ratusan Game Penghasil Uang Palsu per Mei 2026
Meski gawai mampu membaca data tubuh seperti detak jantung, pola tidur, hingga emosi, pengguna diminta tetap memegang kendali penuh.
“Jangan tergantung sepenuhnya pada teknologi, apalagi diarahkan oleh teknologi,” tegas Ressa.
Tanggapan positif datang dari pihak akademisi kampus.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santosa, menilai temuan ini membawa perspektif baru bagi studi komunikasi modern.
“Temuan disertasi Ressa Uli Patrissia memperlihatkan bahwa ilmu komunikasi hari ini tidak lagi cukup hanya membaca relasi antarmanusia atau relasi manusia dengan media,” kata Yoga.
Menurut Yoga, masyarakat saat ini bertransisi menuju era baru.
>>> Ahli Kesehatan Larang Cuci Daging Kurban Sebelum Dimasak
Pola komunikasi kini melibatkan hubungan kompleks antara manusia, data, algoritma, kecerdasan buatan, gawai pintar, serta struktur sosial masyarakat.
Update Terbaru
Warga Buenos Aires Berburu Stiker Album Panini Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Vivo S60 Siap Meluncur dengan Tiga Kamera Belakang 50 MP
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
5 Cara Mengatasi HP Samsung yang Terjebak di Safe Mode
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Harga Emas Dunia 27 Mei 2026 Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Disdukcapil Cimahi Optimalkan Aktivasi IKD Jelang Pendaftaran Sekolah
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Laba Bersih Bank Woori Saudara Anjlok 30 Persen pada Kuartal I 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Diskominfo Tangsel Siapkan Infrastruktur Digital untuk SPMB 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:33 WIB
Bank Kecil dan Menengah Masih Hadapi Tekanan NPL di Atas 5 Persen
Kamis / 28-05-2026, 01:33 WIB
BMKG Prakirakan Suhu Kota Depok Tembus 32 Derajat Celsius Besok
Kamis / 28-05-2026, 01:33 WIB
Camilla Ternyata Pernah Menentang Hubungan Pangeran William dan Kate Middleton
Kamis / 28-05-2026, 01:33 WIB
Komdigi: Separuh Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos
Kamis / 28-05-2026, 01:29 WIB
Kanada dan Bahama Batasi Turis dari Tiga Negara Afrika Akibat Ebola
Kamis / 28-05-2026, 01:29 WIB
Adu Spesifikasi Vivo X300 FE vs Xiaomi 17 di Pasar HP Ringkas Premium
Kamis / 28-05-2026, 01:29 WIB
Mimik Idayana Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban di Sidoarjo
Kamis / 28-05-2026, 01:29 WIB






