Kebiasaan mencuci daging kurban yang baru diterima dengan air mengalir ternyata tidak dianjurkan oleh para ahli kesehatan. Tindakan ini justru dianggap berbahaya bagi kesehatan keluarga.

Penjelasan resmi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebutkan bahwa membersihkan daging mentah di bawah kran air memicu risiko penyebaran bakteri patogen.

>>> Saint Nerona Imu Turun Tangan Lawan Pangeran Loki di Arc Elbaf

Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter tidak akan hilang hanya dengan siraman air.

Sebaliknya, kuman-kuman tersebut berpotensi menyebar ke area sekitar melalui percikan air. Bakteri dapat menempel pada permukaan meja dapur, peralatan memasak, hingga hidangan yang sudah siap konsumsi.

Ancaman Kontaminasi Silang di Area Dapur

Penyebaran kuman secara tidak langsung atau kontaminasi silang menjadi ancaman saat proses pembersihan dilakukan. Cipratan air dari daging mentah berisiko mengenai piring, sendok, atau papan pemotong.

>>> WOM Finance Catat Pembiayaan Emas MASKu Tembus Rp6 Miliar

Jika peralatan masak yang terkena cipratan langsung digunakan tanpa dibersihkan dengan sabun, risiko infeksi saluran pencernaan dapat mengintai anggota keluarga.

Masyarakat tidak perlu cemas terhadap keberadaan kuman pada permukaan daging yang tidak dibersihkan dengan air.

>>> Harga Emas Pegadaian Turun per Rabu 27 Mei 2026, Antam Tembus Rp2,91 Juta per Gram

Suhu tinggi saat memasak menjadi faktor penentu utama yang akan mematikan kuman. Seluruh bakteri yang menempel pada daging akan mati dengan sendirinya ketika dipanaskan dalam suhu tinggi.