Kemenkum Kaji Pembentukan LMK Khusus untuk Pungut Royalti dari Perusahaan AI
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum tengah mengkaji pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) baru.
Lembaga ini akan bertugas memungut royalti dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk para pekerja kreatif.
>>> AFTECH dan Jalin Dorong Penguatan Keamanan Sistem Pembayaran Digital
Langkah ini diambil untuk menyederhanakan mekanisme penyaluran royalti kepada pemegang hak cipta. Sebab, perusahaan AI kerap menggunakan data kreator, seperti tulisan, artikel, dan video, dalam pelatihan sistem mereka.
Mekanisme Satu Pintu
Dirjen Kekayaan Intelektual, Hermansyah, menyatakan bahwa sistem satu pintu melalui LMK menjadi opsi paling realistis.
Perusahaan AI cukup menyetorkan dana royalti ke LMK khusus, yang kemudian akan mendistribusikannya kepada kreator yang berhak.
“Kalau izin satu per satu (ke pemegang hak cipta) kita ketahui dinamikanya sangat cepat, maka nantinya mungkin akan ada LMK terkait dengan penggunaan royalti kreator untuk perusahaan AI,” ujar Hermansyah dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan bahwa seniman, pencipta lagu, dan lainnya harus mendapatkan lisensi serta royalti.
>>> Telkomsel Siapkan Jaringan 5G untuk Siaran Piala Dunia 2026
“Misalnya ada seniman, ada cipta lagu, segala macam, itu kan harus ada lisensi dan wajib mendapatkan royalti kreatornya,” tuturnya.
Pengecualian untuk Non-Komersial
Pemerintah memberikan jaminan bahwa tidak semua pemanfaatan data akan dikenakan biaya. Pengecualian berlaku untuk sektor non-komersial, seperti pendidikan, kesehatan, serta riset dan penelitian.
Rancangan regulasi ini akan diintegrasikan ke dalam revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
DJKI berkomitmen mematangkan konsep ini dengan melakukan studi komparatif ke negara-negara yang telah menerapkan aturan serupa.
>>> Oppo Resmi Luncurkan ColorOS 16 dengan Fitur AI Personal
“Karena ini satu hal yang baru, pasti kita harus melakukan studi komparasi pada negara-negara misalnya Amerika yang sudah lebih mature, Uni Eropa, China juga sudah ada praktik-praktik yang bisa jadi bahan pembelajaran di sana,” kata Hermansyah.
Update Terbaru
Silvio Baldini Panggil Tiga Pemain Muda Dortmund ke Timnas Italia
Rabu / 27-05-2026, 02:23 WIB
Syarat dan Cara Daftar TikTok Affiliate 2026 untuk Kreator dan Seller
Rabu / 27-05-2026, 02:23 WIB
Bank Raya dan YBM BRILiaN Fasilitasi Transaksi Kurban Digital via Aplikasi Raya
Rabu / 27-05-2026, 02:23 WIB
Polri Buka Layanan Pembuatan SIM Internasional Secara Online, Ini Syarat dan Biayanya
Rabu / 27-05-2026, 02:19 WIB
Jetour Bersiap Luncurkan SUV Hybrid T1 i&DM di Indonesia
Rabu / 27-05-2026, 02:19 WIB
Gaikindo Hadirkan Enam Merek Baru di GIIAS 2026
Rabu / 27-05-2026, 02:19 WIB
Pajak Rolls-Royce Phantom Raffi Ahmad Tembus Rp 200 Juta, Setara Harga Mobil Baru
Rabu / 27-05-2026, 02:19 WIB
Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik hingga Juli 2026
Rabu / 27-05-2026, 02:19 WIB
Atta Halilintar Pantau Kondisi Haji Anang dan Ashanty di Makkah
Rabu / 27-05-2026, 02:18 WIB
J Trust Bank Raup Laba Bersih Rp56,32 Miliar hingga April 2026
Rabu / 27-05-2026, 02:18 WIB
14 Tips Menguasai Hollow Knight: Voidheart Edition
Rabu / 27-05-2026, 02:18 WIB
Vespa GTS Super Tech 250 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 97 Juta
Rabu / 27-05-2026, 02:18 WIB
GWM Indonesia Catat Lonjakan Penjualan 1.127 Unit dalam Empat Bulan
Rabu / 27-05-2026, 02:18 WIB
Gerindra Minta Maaf soal Logo Partai di Poster BYD
Rabu / 27-05-2026, 02:14 WIB






