Perguruan tinggi dituntut menyesuaikan metode pembelajaran guna mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja yang diprediksi berubah signifikan pada 2030.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pengalaman profesional dan kompetensi relevan sejak masa perkuliahan.

>>> 60 Kata Romantis Sepak Bola dan Cinta untuk Pasangan Pencinta Bola

BINUS University mengintegrasikan AI serta kolaborasi industri untuk mempersiapkan lulusan agar adaptif dan kompetitif di dunia kerja global.

Perubahan dunia kerja yang semakin cepat membuat banyak orang tua kini mempertimbangkan faktor kesiapan karier saat memilih perguruan tinggi bagi anak.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), tantangan yang dihadapi lulusan tidak lagi sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Survei global ManpowerGroup menunjukkan sebanyak 77 persen perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Sementara itu, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan di dunia akan mengalami perubahan sebelum 2030.

Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih relevan dengan perkembangan pasar kerja.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan pendidikan tinggi saat ini perlu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia profesional.

“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

>>> Kisah Nada Zahrah, Remaja 19 Tahun Bangun Kedai Rumahan demi Bantu Keluarga

Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5).