Menurut Nelly, mahasiswa juga perlu memperoleh kesempatan memperluas kompetensi, mendapatkan paparan global, serta pengalaman profesional sejak dini agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BINUS University memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam proses pembelajaran, riset, hingga layanan mahasiswa.

Mahasiswa didorong untuk memahami penggunaan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab, termasuk dalam proses analisis informasi, pemecahan masalah, dan pengembangan solusi.

Selain melalui teknologi, kampus juga memperluas kolaborasi dengan dunia industri guna memperkenalkan mahasiswa pada kebutuhan dan tren terbaru di pasar kerja.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penerapan teknologi dalam berbagai profesi sekaligus meningkatkan kesiapan kerja setelah lulus.

BINUS juga menawarkan sejumlah program pembelajaran fleksibel, seperti Minor Program, Mobility Program, dan Multi-Campus Program, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman lintas disiplin, lintas budaya, serta paparan internasional.

Melalui program enrichment, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang, penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, hingga pengalaman internasional sebelum menyelesaikan studi.

>>> Polres Karawang Selidiki Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja Jalur Khusus

Dengan dukungan lebih dari 170 universitas mitra di berbagai negara dan lebih dari 2.200 mitra industri, perguruan tinggi dinilai semakin dituntut untuk membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia kerja yang terus berkembang.