Veron Mosengo-Omba mengingatkan agar publik global tidak menyamaratakan situasi kesehatan di seluruh wilayah negaranya yang sangat luas.

"Beberapa orang berpikir Ebola adalah faktor genetik, sebuah kontaminasi," sebut Veron.

"Itu adalah ketidaktahuan tentang penyakit ini," ujarnya.

"Oke, ada Ebola di DRC, di Ituri, di daerah pedesaan. Karena Kongo itu besar, bukan berarti jika Anda berasal dari DRC Anda langsung terkena Ebola," jelas Veron.

"Negara di dunia yang tahu bagaimana memerangi penyakit ini adalah DRC karena kami telah menghadapinya berkali-kali," ucapnya meyakinkan.

"Dunia tidak perlu takut," pungkas Veron.

Wabah yang merebak kali ini dipicu oleh jenis virus Bundibugyo, varian langka yang telah absen selama lebih dari satu dekade.

Belum tersedianya vaksin komersial yang efektif untuk strain ini membuat proses penanganan medis menjadi lebih kompleks.

Kondisi diperparah oleh resistensi sebagian komunitas lokal serta konflik bersenjata di wilayah timur DR Kongo yang memicu gelombang pengungsian masif.

Penumpukan massa di kamp pengungsian menyulitkan penekanan laju penularan, dengan catatan mencapai 900 kasus suspek dan 223 angka kematian.

Komplikasi antara isu kesehatan global dan ketegangan geopolitik kini menyandera impian olahraga DR Kongo.

>>> Harga Emas Pegadaian Turun per Rabu 27 Mei 2026, Antam Tembus Rp2,91 Juta per Gram

Sejarah kebangkitan sepak bola yang telah dinanti selama puluhan tahun terancam berjalan sunyi tanpa gemuruh yel-yel suporter fanatiknya.