Federasi Sepak Bola Kongo (Fecofa) resmi melayangkan tuntutan kepada FIFA untuk mengembalikan dana pembelian tiket Piala Dunia 2026 milik para suporter mereka.

Langkah tersebut diambil setelah para pendukung setia tim nasional dipastikan gagal masuk ke Amerika Serikat akibat pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola.

>>> Saint Nerona Imu Turun Tangan Lawan Pangeran Loki di Arc Elbaf

Hambatan Visa dan Kebijakan AS

Kedutaan besar Amerika Serikat di Kinshasa memutuskan menghentikan seluruh layanan pengurusan visa.

Kebijakan ini memukul harapan ribuan fan yang telah mengeluarkan biaya besar untuk terbang ke Amerika Utara.

Pemerintah AS menerapkan aturan ketat dengan melarang masuknya warga asing non-Amerika yang sempat singgah di DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir.

Kebijakan ini bertolak belakang dengan rekomendasi WHO yang tidak menyarankan restriksi perjalanan internasional.

Harga Tiket Melambung

Kondisi finansial penonton kian terjepit karena FIFA menerapkan sistem harga dinamis yang melambungkan harga tiket hingga tujuh kali lipat dibanding edisi Qatar 2022.

Fecofa mendesak adanya kebijakan khusus dari badan tertinggi sepak bola tersebut.

Presiden Fecofa, Veron Mosengo-Omba, mengungkapkan keprihatinannya kepada media.

"Kami meminta FIFA apakah mungkin untuk mempertimbangkan hal ini, karena harga tiketnya agak mahal," kata Veron Mosengo-Omba kepada BBC Sport Africa.

"Mereka dihukum karena mereka tidak bisa masuk [ke AS] untuk menyaksikan Piala Dunia demi mendukung tim mereka," tuturnya.

"Kami tidak ingin suporter kami yang mencintai sepak bola, yang mencintai Piala Dunia, kehilangan segalanya," tegas Veron.

Tanggapan FIFA

Menanggapi tuntutan kompensasi, FIFA menyatakan masih mempelajari situasi yang berkembang.

Melalui pernyataan resmi, FIFA menegaskan akan memeriksa permohonan tersebut pada waktu yang tepat.