MDI Ventures, perusahaan modal ventura korporasi bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, meluncurkan dokumen riset terbaru.

Publikasi bertajuk "Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy" ini mengulas integrasi teknologi untuk menyokong lini bisnis kecil.

>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Mei 2026: Beroperasi Normal hingga Malam

Riset ini memetakan kolaborasi antara modal ventura, kecerdasan buatan (AI), serta infrastruktur digital. Tujuannya membuka fase pertumbuhan baru bagi 65 juta UMKM di tanah air.

Sektor UMKM saat ini tercatat menyumbang 60,5% terhadap PDB. Sektor ini juga mengabsorpsi 96,5% total tenaga kerja nasional.

Langkah strategis ini berjalan beriringan dengan potensi besar ekonomi digital Indonesia.

Nilai GMV ekonomi digital diproyeksikan menembus US$180 hingga US$340 miliar pada tahun 2030 berdasarkan data e-Conomy SEA 2025.

Kendati demikian, jurang pembiayaan bagi pelaku usaha mikro masih menjadi hambatan utama. Tingginya keperluan modal belum selaras dengan akses pendanaan formal.

Fokus pada Inklusi Finansial dan AI

Fokus utama dokumen ini mengarah pada metode investasi dalam mempertemukan inklusi finansial, kesiapan teknologi AI, sistem keamanan siber, hingga penciptaan dampak nyata.

MDI Ventures mengemban misi untuk memastikan portofolio investasinya sanggup memfasilitasi digitalisasi UMKM secara relevan dan berkelanjutan.

Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, mengatakan white paper terbaru merefleksikan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Hal ini tercermin dari berbagai portofolio di bidang AI, cybersecurity, dan digital infrastructure yang menghadirkan solusi konkret.

Melalui publikasi tersebut, MDI Ventures berupaya menyelaraskan titik temu inovasi teknologi, keperluan pasar, dan regulasi.