Dokumen ini juga menemukan bahwa pembiayaan berdampak atau impact capital menjadi instrumen krusial dalam mengatasi keterbatasan dana pembangunan nasional.

Di panggung global, aktivitas impact investing sudah menyentuh angka US$1,571 triliun aset kelolaan (AUM) dengan tren kenaikan 21% per tahun sejak 2019.

Indonesia masih memerlukan dana sekitar US$1,7 triliun demi menutup celah pembiayaan SDGs hingga tahun 2030.

Pemanfaatan AI dan Keamanan Siber

Pemanfaatan AI ikut menjadi jalan keluar demi menekan kesenjangan penyaluran kredit.

Berdasarkan data tahun 2023, pelaku usaha mikro dan kecil yang memperoleh modal lewat pinjaman perbankan hanya berada di angka 2,2%.

>>> Tenaga Kesehatan Darurat Hadapi Risiko Kekerasan dan Burnout Tinggi

Sistem penilaian kredit menggunakan data alternatif seperti yang dijalankan oleh Ascore. ai (Amartha) kini membuka peluang bagi kelompok yang belum terjangkau lembaga keuangan konvensional.

Aspek ketahanan siber turut dipandang sebagai fondasi vital bagi penguatan ekonomi digital domestik.

Sepanjang 2024, terjadi bocornya 56,1 juta data serta munculnya 5.780 kasus defacement. Implementasi proteksi yang proaktif menjadi mendesak.

MDI Ventures menyokong penciptaan kapabilitas threat intelligence serta sistem peringatan dini untuk skala enterprise dan lembaga strategis.

Hal ini dilakukan lewat investasi pada CYFIRMA, perusahaan keamanan siber berbasis AI asal Singapura.

Sinergi ini ditujukan guna mempertebal proteksi dan tingkat kepercayaan pada ekosistem digital penopang sektor UMKM. Hasil nyata dari perluasan inklusi digital terlihat pada catatan kinerja portofolio investasi perusahaan.

Amartha terhitung sudah menyalurkan dana melampaui Rp 28 triliun bagi 2,8 juta UMKM.

Qoala mengamankan 445 juta polis mikroasuransi, dan Privy sukses menggaet lebih dari 57 juta pengguna terverifikasi.