Pandangan Menkeu soal Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan mengenai kondisi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS di pasar perbankan.

>>> Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Awet dan Higienis

Ia menilai penurunan nilai mata uang domestik tersebut tidak sejalan dengan kondisi riil ekonomi nasional.

"Ini terjadi karena fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi," kata Purbaya.

Pada penutupan perdagangan Selasa sore (26/5/2026), mata uang rupiah terkoreksi sebesar 0,25 persen ke posisi Rp17.775 per dolar AS, sementara transaksi di sejumlah perbankan telah melewati level Rp18.000.

Menkeu memastikan fluktuasi nilai tukar ini tidak akan mengganggu postur APBN yang telah ditetapkan.

Kementerian Keuangan telah melakukan uji ketahanan dan simulasi krisis terhadap berbagai variabel ekonomi makro.

"Kita udah hitung. Pada waktu simulasi (minyak global) 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan.

Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," ujar Purbaya.

Kondisi pasar surat utang negara atau obligasi dilaporkan tetap berada dalam koridor yang aman berkat intervensi terukur dari pemerintah.

Langkah stabilisasi dilakukan melalui mekanisme pembelian kembali (buyback) obligasi oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan guna menjaga tingkat imbal hasil (yield) tetap kompetitif.

"Tapi gini, walaupun rupiah melemahkan bond, yield-nya turun.

Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di bendahara (Direktorat Jenderal Pembendaharaan), untuk sedikit membeli (buyback), supaya yield-nya agak terkendali," katanya.

Stabilitas pada pasar obligasi ini dinilai krusial untuk mempertahankan kepercayaan serta arus modal dari investor global di pasar keuangan domestik.

"Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat ada yang masuk modal asing ke pasar.

>>> Jadwal Kapal Pelni Surabaya Baubau 25 Mei hingga 4 Juni 2026

Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan rupiah dengan signifikan," katanya menambahkan.