Meskipun pemerintah berencana memperkenalkan pembatasan usia atau fungsionalitas pada musim panas ini, desakan dari House of Lords terus menguat agar legislasi disahkan sebelum akhir tahun.

Namun, fokus larangan usia mendapat kritik dari koalisi organisasi anak yang dipimpin 5Rights Foundation, NSPCC, dan Girlguiding.

Koalisi tersebut menilai fokus pada batas usia berisiko gagal mengatasi akar masalah. Mereka menuntut perombakan total model bisnis perusahaan teknologi.

Direktur Eksekutif 5Rights Foundation, Leanda Barrington-Leach, menilai sistem saat ini menitikberatkan keuntungan di atas kesejahteraan anak.

Koalisi mendorong larangan iklan bertarget dan fitur desain manipulatif, perlindungan keamanan standar untuk pengguna di bawah 16 tahun, regulasi ketat terhadap sistem AI yang menyasar anak-anak, serta pembentukan komisioner keamanan daring independen.

>>> Kaltim Raih Penghargaan Nasional atas Kolaborasi dengan Sekolah Swasta

Menanggapi berbagai masukan, juru bicara pemerintah menyatakan komitmen menyeimbangkan perlindungan anak melalui Online Safety Act yang mewajibkan platform memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna.