Inggris Pertimbangkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah Umur
Pemerintah Inggris tengah mempertimbangkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur.
Langkah ini muncul setelah laporan dari Academy of Medical Royal Colleges menyetarakan ancaman platform digital dengan rokok.
>>> Indeks Potensi Radikalisme di Kalimantan Selatan Melonjak ke 13,2 pada 2025
Konsultasi pemerintah bertajuk Growing Up In The Online World resmi ditutup pada Selasa (26/5). Lebih dari 70.000 orang telah berpartisipasi dalam konsultasi tersebut.
Laporan para dokter memperingatkan gelombang anak-anak yang teradikalisasi akibat paparan konten daring yang adiktif dan penuh kebencian.
Survei terhadap 454 dokter menunjukkan separuh di antaranya menangani minimal satu anak setiap minggu yang mengalami tekanan mental atau cedera fisik akibat konten digital.
Desakan Regulasi Ketat
Kondisi ini memicu desakan untuk regulasi ketat, termasuk opsi pembatasan akses bagi anak di bawah 16 tahun seperti yang diterapkan Australia.
Mantan Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, menyoroti taktik perusahaan teknologi besar yang menyerupai industri tembakau.
"Media sosial sangat adiktif dan buruk bagi kesehatan kita. Larangan untuk usia di bawah 16 tahun harus menjadi awal, bukan akhir," tegas Streeting.
Ia menekankan perlunya pemerintah mengambil alih kendali masa depan anak-anak dari para taipan teknologi.
>>> Rekomendasi Sektor Batu Bara Turun, AADI dan ITMG Paling Terdampak
Tekanan juga datang dari keluarga korban dampak negatif platform digital. Sejumlah keluarga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sir Keir Starmer untuk mendesak realisasi pembatasan ketat.
Ellen Roome, yang kehilangan putranya Jools Sweeney (14 tahun) akibat meniru tantangan daring, menyatakan, "Media sosial adalah produk cacat yang harus dibatasi hingga terbukti aman."
Kritik terhadap Fokus Usia
Update Terbaru
Alesso Diam-Diam Menikahi Erin Michelle Cummins Bulan Lalu
Selasa / 14-07-2026, 06:18 WIB
Killian Gonzales, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kayu Apung di Pantai Washington
Selasa / 14-07-2026, 06:18 WIB
Ted Cruz Hampir Menangis Bicarakan Kematian Lindsey Graham
Selasa / 14-07-2026, 06:18 WIB
Aktris 'The Ring' Daveigh Chase Tinggalkan Harta Ratusan Juta
Selasa / 14-07-2026, 06:14 WIB
Polemik Rasial Menjelang Prancis vs Spanyol: Partai Sosialis hingga Komunis Angkat Bicara
Selasa / 14-07-2026, 06:14 WIB
Bek Timnas Inggris: Messi Sudah di Ujung Karier, Hadapi Dia Kesempatan Sekali Seumur Hidup
Selasa / 14-07-2026, 06:13 WIB
Pelaku Teror Bom ke SD Jaksel Pernah Kirim Pesan Serupa ke Ketua RT
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Film Fiksi Ilmiah 'The Fin' Angkat Diskriminasi di Korea Bersatu
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Deschamps Coba Bikin Spanyol Gerah Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Jerman Belikan 50 Ribu Drone Serang untuk Ukraina
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Misbakhun: Disiplin Fiskal Kunci Pertahankan Kepercayaan S&P
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Semifinal Piala Dunia 2026: Empat Negara Bertabur Gelar
Selasa / 14-07-2026, 06:07 WIB
Iran Gempur Sejumlah Negara Arab, Saudi Jadi Pengecualian
Selasa / 14-07-2026, 06:03 WIB
Film Free Willy Dapat Reboot, Digarap Rumah Produksi Russo Brothers
Selasa / 14-07-2026, 06:03 WIB







