Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak akan menghapus fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/5/2026).

>>> Barry Likumahuwa Tampil di Konser Rohani POP SELAH untuk Gen Z

PT DSI nantinya akan fokus pada peran perdagangan dan pelaporan ekspor komoditas strategis.

Sementara itu, seluruh kewenangan pemeriksaan aktivitas ekspor dan impor tetap berada di bawah kendali DJBC sebagai otoritas kepabeanan resmi pemerintah.

"Pelaporan segala macam nanti dia yang melakukan trading. Tetapi ekspor-impor yang periksa Bea Cukai masih.

Jadi bukan berarti fungsi Bea Cukai hilang," kata Purbaya.

Fungsi pemeriksaan dan pengawasan oleh pihak kepabeanan dipastikan berjalan normal, termasuk untuk komoditas strategis yang pengelolaannya dialihkan melalui PT DSI.

"Ya tetap seperti biasa," ujar Menteri Keuangan.

Purbaya juga menepis dugaan pengurangan atau pengambilalihan kewenangan DJBC akibat pembentukan badan baru tersebut.

Menurutnya, instruksi mengenai penghapusan fungsi kepabeanan tidak pernah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

>>> Calvin Dores Jalani Perawatan Intensif Akibat Serangan Jantung

"Ada yang bilang seperti itu, tetapi saya belum pernah dapat petunjuk Bapak Presiden tentang itu dan Presiden sepertinya belum pernah mendiskusikan itu ke depannya," kata Purbaya.

Pemerintah justru berkomitmen memperkuat kapasitas lembaga kepabeanan. Koordinasi ke depan diarahkan untuk meningkatkan kinerja pengawasan ekspor-impor barang.

"Justru dia bilang kan kita perkuat Bea Cukai," ujar Purbaya.

Sistem perdagangan dan pelaporan yang lebih terpusat melalui PT DSI dibentuk untuk meningkatkan transparansi tata kelola komoditas.

Perbaikan kinerja internal DJBC tetap menjadi fokus utama yang digarisbawahi pemerintah saat ini.

"Masih sama, tapi akan diperbaiki lagi. Seperti dalam pidato Bapak Presiden itu, kalau gak becus katanya kepalanya mesti dicopot," kata Purbaya.

Di sisi lain, isu pergantian Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama masih bergulir.

Penanganan kasus dugaan suap importasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menyeret nama Dirjen tersebut.

>>> Komentar Yusuke Murata Soal Pakistan Picu Kontroversi Global

"Kita masih tunggu keputusan politik di atas," ujar Purbaya.