Komentar Yusuke Murata Soal Pakistan Picu Kontroversi Global
Komikus manga One-Punch Man, Yūsuke Murata, memicu kontroversi global setelah menanggapi unggahan sensitif mengenai warga negara Pakistan di platform media sosial X.
Pernyataan komikus Jepang tersebut menuai beragam reaksi pro dan kontra dari warganet di berbagai belahan dunia.
>>> Pameran Tunggal Goenawan Mohamad di Salihara: Teks, Gambar, Kitab
Asal Mula Polemik
Polemik ini bermula dari publikasi yang dibuat oleh Tommy Robinson, seorang aktivis sayap kanan asal Inggris.
Robinson mengklaim bahwa kelompok minoritas tersebut bertanggung jawab atas tingginya angka cacat lahir di Inggris.
"Warga Pakistan membentuk 3% dari populasi Inggris. Mereka bertanggung jawab atas 33% cacat lahir pada anak.
Mereka dilahirkan dengan keterbelakangan mental," bunyi postingan tersebut.
Cuitan bernada rasial dari aktivis Inggris itu kemudian mendapat perhatian langsung dari Yūsuke Murata.
Tanggapan yang ditulis oleh Murata justru memicu perdebatan yang jauh lebih luas di ruang digital karena dinilai mendiskreditkan fisik populasi tersebut.
"Mereka memiliki kepala kecil, hidung mancung, dan bibir tipis. Mereka terlihat seperti patung Moai.
>>> Empat Drama Korea Baru Tayang Juni 2026, dari Medis hingga Aksi Balas Dendam
Bukankah mereka keturunan manusia purba?" cuit Yūsuke Murata.
Respons dari kreator One-Punch Man tersebut langsung diserbu netizen hingga mendapatkan lebih dari 1.000 balasan dan dibagikan ulang sebanyak 5.000 kali.
Mayoritas pengguna internet melayangkan kritik tajam terhadap argumen sang komikus, meskipun ada sebagian kecil yang mendukung klaim yang belum terverifikasi itu.
Sejumlah pengguna X berspekulasi bahwa Murata mungkin salah menggunakan akun dan berniat mengunggahnya di akun alternatif miliknya.
Komentar bernada protes yang masuk ke akun Murata ditulis dalam berbagai bahasa, didominasi oleh bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
Di sisi lain, keabsahan data statistik yang disebarkan oleh Tommy Robinson juga diragukan.
>>> Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Gunakan Bungkus Ramah Lingkungan
Lembaga penyiaran publik Inggris, BBC, sebelumnya telah merilis hasil proyek penelitian Born in Bradford pada November 2023 dan Februari 2025 yang isinya bertentangan dengan klaim sepihak sang aktivis.
Update Terbaru
Umat Islam Dianjurkan Mandi Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha 1447 H
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
Umat Islam Dianjurkan Mandi Sunnah Idul Adha 2026 Menjelang Shalat
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
J Trust Bank Luncurkan Tabungan Hijau untuk Restorasi Lingkungan
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
Mojtaba Khamenei: Timur Tengah Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan Militer AS
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
Microsoft dan Alunjiva Indonesia Dorong Literasi AI Inklusif Lewat Program EQUAL
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
Universitas Prasetiya Mulya Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Kolaborasi AI
Rabu / 27-05-2026, 01:04 WIB
J Trust Bank Catat Laba Bersih Rp56,32 Miliar hingga April 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:03 WIB
Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Korlantas Fokus pada Pelat Nomor
Rabu / 27-05-2026, 01:03 WIB
Infinix Hot 70 Resmi Meluncur dengan Punggung yang Bisa Berubah Warna
Rabu / 27-05-2026, 01:03 WIB
Oppo Resmi Luncurkan Enco Clip2 dan Watch X3 di Indonesia
Rabu / 27-05-2026, 01:03 WIB
Vivo Y600 Turbo Resmi Meluncur, Incar Pengguna Kelas Menengah
Rabu / 27-05-2026, 00:59 WIB
Samsung Galaxy S26 Series: Fitur AI untuk Produktivitas Harian
Rabu / 27-05-2026, 00:59 WIB
5 HP Kapasitas Baterai Besar Terbaik 2026, Ada yang 10.080 mAh
Rabu / 27-05-2026, 00:59 WIB
Oppo Luncurkan Find X9 Ultra Seharga Rp 31 Juta, Margin Tipis
Rabu / 27-05-2026, 00:59 WIB






