PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama, resmi meluncurkan produk Internet Rakyat (IRA) secara serentak di wilayah regional-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua pada Selasa (26/5/2026).

Langkah ini diambil untuk menghadirkan konektivitas fixed broadband yang terjangkau bagi jutaan masyarakat.

>>> 6 Momen Paling Emosional di Arc Elbaf One Piece Pilihan Nakama

Pemegang saham WIFI, Hashim Djojohadikusumo, menilai IRA menjadi instrumen penting untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Menurut studi global McKinsey, setiap perluasan 10 persen akses internet murah mampu menaikkan rata-rata PDB sebesar 0,7 hingga 1,3 persen per tahun.

"Saya sudah mendengar, Surge sudah siap memasang 5 juta pelanggan tahun ini bahkan bisa lebih.

Jadi, dengan kami memasang setiap tahun 10% di mana rakyat kita tersambung dengan internet murah seharga Rp100.000 tanpa batas dengan kecepatan 100 Mbps berarti kami bisa membawa kesejahteraan tahun ini 5 juta dan tahun depan lebih.

Itulah yang akan menggenjot pertumbuhan ekonomi," papar Hashim.

Rencana integrasi produk internet ini juga akan disinergikan dengan proyek pembangunan tiga juta unit hunian rakyat di masa mendatang.

"So, saya yakin, kami bisa mencapai hampir 7% pertumbuhan dengan internet murah. Apalagi, nanti perumahan, hilirisasi, dan sebagainya.

Jadi, kami optimistis, kami melihat begitu banyak yang sudah siap baik dari Surge maupun dari kontraktor-kontraktornya seperti Huawei, NTT, Nokia, fiberhome dan sebagainya.

Saya kira tim kami sudah siap," tutur Hashim.

>>> Jung Woo Sung dan Wi Ha Joon Bintangi Film Sejarah Sal Saeng Bu

Layanan internet tanpa batas berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp100.000 ini ditargetkan untuk segmen UMKM, pelaku dagang, dan tenaga pengajar.