Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 1,23 persen ke level 6.130,19 pada perdagangan Selasa (26/5/2026).

Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung pelaku pasar menjelang libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

>>> 6 Momen Paling Emosional di Arc Elbaf One Piece Pilihan Nakama

Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga merosot 10,81 poin atau 1,71 persen ke posisi 620,40.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG konsisten berada di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan.

Faktor Eksternal dan Profit Taking

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI menjadi pemicu utama pelemahan.

Tekanan di pasar modal juga dipengaruhi situasi geopolitik global, terutama serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran Selatan yang memicu kekhawatiran pasar.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ikut melemah 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS.

Komoditas minyak mentah dunia bergerak variatif: Brent menguat 1,97 persen, sementara WTI melemah 4,97 persen.

Sektor Industri Tertekan Paling Dalam

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sektor industri mencatat penurunan terdalam hingga 3,66 persen.

>>> Jung Woo Sung dan Wi Ha Joon Bintangi Film Sejarah Sal Saeng Bu

Disusul sektor properti sebesar 2,30 persen dan sektor barang konsumen non-primer sebesar 2,27 persen.

Sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,28 persen.

Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi 1.964.477 kali transaksi dengan volume saham 24,88 miliar lembar dan nilai transaksi Rp18,09 triliun.

Sebanyak 241 saham naik, 447 saham turun, dan 133 saham stagnan.

Saham top gainers meliputi MGNA, ARTA, NZIA, ELFI, dan AWAN, sedangkan top losers adalah MSIN, RISE, TALF, BHAT, dan ASPR.

Proyeksi Perdagangan Selanjutnya

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan kembali dibuka pada Jumat (29/5/2026).

>>> Jennifer Coppen Siapkan Pernikahan Dua Hari Bersama Justin Hubner

Ratna Lim memperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan tersebut.