"Semua variabel itu menjadi bagian dari perhitungan.

Pada akhirnya, sebagai business unit tentu ada elemen profit oriented, tapi semua keputusan tetap melalui persetujuan seluruh pihak yang terlibat, termasuk manajemen artis," jelas Harry.

Sektor pertunjukan musik langsung di Indonesia dinilai masih menyimpan potensi ekonomi yang sangat masif di tengah fluktuasi nilai mata uang saat ini.

Harry mencatat bahwa nilai pasar dari industri konser domestik telah mencapai sekitar US$168 juta atau setara Rp2,8 triliun.

"Dari sisi musik dan konser, hiburan live dan live music itu pendapatannya sangat besar secara global dan sama halnya dengan Indonesia.

Kita punya pasar yang potensinya sebesar US$168 juta," ujar Harry.

Laju pertumbuhan bisnis hiburan di Indonesia bahkan dilaporkan berhasil melampaui capaian rata-rata pasar global.

Sepanjang periode tahun 2024 hingga 2026, angka pertumbuhan sektor pertunjukan langsung secara year-on-year di tanah air mampu menyentuh angka 10 persen.

>>> Profil Selebgram Woodyrman yang Jadi Tersangka Penganiayaan WN Brunei Hingga Tewas

"Rata-rata globalnya ada di 2,5 sampai 5%. Jadi sebetulnya industri ini masih terus berkembang meski perekonomian secara umum melemah," tutur Harry.