Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) masa bakti 2026-2029, Reynaldo Bryan, menyiapkan strategi mendorong pengusaha daerah naik kelas.

Langkah ini untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

>>> Pemkab Karanganyar Kurangi Bantuan Hewan Kurban Akibat Efisiensi Anggaran

Rencana kerja tersebut dipaparkan Reynaldo saat memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (25/5).

Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Reynaldo, peningkatan jumlah pelaku usaha muda baru dan pemantapan skala bisnis yang sudah ada menjadi kunci utama.

"Cara satu-satunya untuk melakukan pertumbuhan ekonomi 8% adalah memperbanyak jumlah pengusaha muda, baik yang baru ataupun yang sudah existing untuk naik kelas," ujarnya.

Kendala yang dihadapi pelaku usaha di daerah umumnya berupa keterbatasan akses pasar dan pemodalan, meskipun memiliki banyak gagasan bisnis kreatif.

"Untuk meningkatkan scale up bisnis, kita harus berikan mereka akses pasar dan akses permodalan," katanya.

Skema Taktis Jangka Pendek dan Panjang

Skema taktis yang disiapkan terdiri atas program jangka pendek berupa pertemuan kolaboratif antara pelaku usaha daerah dengan pemilik modal besar.

"Untuk jangka pendeknya, kita akan melakukan kolaborasi dengan teman-teman yang mempunyai modal atau capital yang gede untuk bisa menginvestasikan atau mengkolaborasikan dengan teman-teman daerah," jelasnya.

Sementara untuk jangka panjang, perluasan akses pembiayaan akan diupayakan melalui kemitraan strategis bersama pemerintah.

>>> DPR Masukkan Kuota Perempuan 30 Persen ke Revisi UU Pemilu

"Jadi nanti ke depan, untuk jangka panjangnya kita ketuk pintu pemerintah untuk akses permodalan," imbuh Reynaldo.

Pemetaan Sektor Bisnis Unggulan

Langkah awal yang akan diambil jika terpilih adalah merancang pemetaan sektor bisnis unggulan di setiap daerah agar penyaluran investasi lebih tepat sasaran.