Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencatat akumulasi investasi sebesar Rp6,018 triliun hingga akhir 2025.

Realisasi ini menunjukkan pertumbuhan signifikan bagi kawasan pariwisata terpadu tersebut.

>>> Sutradara Daniel Fahre Rilis Film Perang Norwegia The Battle of Oslo

Investasi besar itu berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, KEK Mandalika telah menyerap 26.002 orang tenaga kerja, baik dari lokal maupun nasional.

Sebanyak 27 pelaku usaha telah beroperasi di kawasan ini. Mereka bergerak di bidang hospitality, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, dan pendukung ekosistem motorsport.

Investor dari Berbagai Negara

Arus modal tidak hanya berasal dari dalam negeri. Investor dari Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, dan Maroko turut menanamkan modal di KEK Mandalika.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, menyatakan pihaknya terus memperkuat ekosistem investasi. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan kualitas destinasi, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan utilitas berkelanjutan.

"Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia," ujar Troy.

Kawasan ini mengusung konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, dan fasilitas publik.

Kunjungan Wisatawan Meningkat

Pada periode Januari hingga April 2026, total kunjungan ke KEK Mandalika mencapai 285.003 pengunjung.

Rata-rata lama tinggal wisatawan naik menjadi 2,33 hari dari sebelumnya 1,96 hari.

Tingkat okupansi hotel di dalam kawasan juga meningkat menjadi 44,57 persen. Angka ini naik dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 41,55 persen.

"Durasi tinggal yang lebih lama berdampak langsung pada penguatan ekonomi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor perhotelan," tandas Troy.