PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI akan mengisi jajaran direksi dengan profesional bertaraf global. Langkah ini diambil untuk memperkuat operasional perusahaan di tingkat internasional.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan perekrutan tenaga ahli asing sangat dibutuhkan di bidang perdagangan komoditas dan pembiayaan.

>>> Jakarta Premium Outlets Gelar Shopping Week 2026, Diskon hingga 80%

Hal ini disampaikan di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026).

Rekrutmen Global untuk Komoditas

DSI sebelumnya sudah memiliki satu direktur asing, Luke Thomas Mahony, yang berpengalaman di PT Vale Indonesia Tbk. Pandu menegaskan perekrutan bersifat global, tidak terbatas di Indonesia.

Perusahaan membutuhkan figur ahli dalam perdagangan sumber daya alam seperti batu bara, kelapa sawit mentah (CPO), dan paduan logam.

Ketersediaan praktisi di sektor ini masih sangat terbatas.

Industri batu bara saat ini diperkirakan hanya memiliki sekitar 3.000 pelaku perdagangan. Danantara bergerak cepat untuk menarik para ahli tersebut ke dalam struktur DSI.

>>> Malam Takbir Idul Adha 2026 Jatuh Petang Ini, Ini Amalan yang Dianjurkan

"Sama juga dengan CPO, sebagian besar juga banyak di dalam dan juga di luar negeri. Kita harus recruit global talent," kata Pandu.

Pembiayaan Perdagangan dan Transfer Pengetahuan

Selain ahli perdagangan, DSI juga memburu profesional yang menguasai pembiayaan perdagangan komoditas. Pandu mengakui kompetensi spesifik di bidang trade financing masih didominasi talenta luar negeri.

"Untuk trade financing specifically, most of the talent tuh tidak banyak di Indonesia, banyakan di luar negeri.

Ini juga kita harus bisa recruit to transfer knowledge of doing financing yang menyangkut komoditas," jelasnya.

Meski memprioritaskan rekrutmen global, Danantara tidak menutup kesempatan bagi figur domestik. Manajemen berencana melibatkan profesional dari BUMN dalam negeri.

>>> Shihlin Luncurkan Crunchy Chicken Skin, Camilan Praktis di 100 Outlet

"Tentu nanti akan ada juga dari BUMN yang akan kita coba recruit, juga human capital yang sudah ada itu untuk bisa belajar bareng," imbuh Pandu.