Lupus Penyakit Autoimun Kronis Banyak Serang Wanita, Ini Kata Dokter
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus merupakan penyakit autoimun kronis. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari virus dan bakteri justru menyerang jaringan sehat.
Organ yang bisa menjadi sasaran meliputi kulit, sendi, ginjal, otak, jantung, dan paru-paru.
>>> 10 Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Taiwan Juara
Hal ini diungkapkan dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi dalam acara World Lupus Day Media Conference oleh AstraZeneca di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Lupus Banyak Serang Wanita
Lupus menjadi salah satu gangguan autoimun yang paling banyak menyerang wanita, terutama pada usia produktif 15 hingga 45 tahun.
Sekitar 9 dari 10 penderita lupus adalah wanita.
Hal ini diduga berkaitan dengan faktor hormon estrogen yang memengaruhi sistem imun. Faktor genetik dan lingkungan juga berperan meningkatkan risiko terkena lupus.
Secara medis, lupus tidak bisa dicegah secara mutlak karena penyebab pastinya belum diketahui. Deteksi dini penting agar penderita bisa mendapatkan pengobatan dan menjaga kualitas hidup.
Jika memiliki riwayat keluarga lupus atau sudah didiagnosis, langkah terbaik adalah menghindari faktor pemicu gejala (flare-up) dan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga imun tetap stabil.
Gejala Lupus
Gejala lupus yang umum antara lain mudah lelah, nyeri sendi, ruam merah berbentuk kupu-kupu di wajah, demam tanpa sebab jelas, rambut rontok, serta sensitif terhadap sinar matahari.
Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami pembengkakan pada kaki akibat gangguan ginjal.
>>> Densu Bantah Jadi Pendukung Prabowo-Gibran usai Disindir Meriska Bunga
Pencegahan Lupus
Untuk mencegah risiko lupus maupun mengurangi kekambuhan, masyarakat dianjurkan menerapkan langkah berikut:
- Menghindari paparan sinar matahari berlebihan dan menggunakan tabir surya.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama sayur dan buah.
- Rutin berolahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Mengelola stres dengan baik melalui istirahat cukup dan aktivitas relaksasi.
- Tidak merokok dan menghindari konsumsi alkohol.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun.
Update Terbaru
Cellecor Ekspansi ke Afrika dengan Investasi Pabrik Rp300 Miliar di Liberia
Jumat / 10-07-2026, 23:50 WIB
Polri Gencar Usut Korupsi, DPR Ingatkan Jangan Ada Dendam
Jumat / 10-07-2026, 23:50 WIB
Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terkait Korupsi MBG
Jumat / 10-07-2026, 23:50 WIB
Asosiasi JARTATEL Resmi Dibentuk, Kawal Regulasi dan Percepat Infrastruktur Digital
Jumat / 10-07-2026, 23:50 WIB
Polda Jateng Tegaskan Instruksi Tolak Panggilan Kejaksaan adalah Prosedur Internal
Jumat / 10-07-2026, 23:50 WIB
Proyek Energi Terbarukan Terbesar AS Resmi Beroperasi, Hasilkan Listrik Melebihi Hoover Dam
Jumat / 10-07-2026, 23:49 WIB
Lelang Frekuensi 5G Masuk Babak Akhir, Operator Wajib Kejar Target 51%
Jumat / 10-07-2026, 23:49 WIB
Telkom Rampungkan Penataan 10 Anak Usaha, Fokus ke Bisnis Inti
Jumat / 10-07-2026, 23:49 WIB
Bernostalgia dengan iPod Lewat Aplikasi NostalgicPod, Pemutar Musik Retro Modern
Jumat / 10-07-2026, 22:56 WIB
Jenazah Remaja 18 Tahun yang Hilang di Mississippi Diduga Ditemukan
Jumat / 10-07-2026, 22:56 WIB
Pria Florida Bakar Restoran dengan Tabung Propana, Terekam CCTV
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Dukungan untuk Justin Baldoni dari Bintang 'Jane the Virgin' Usai Bicara Soal Blake Lively
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Veda Ega Pratama Puas Jadi Tercepat di Practice Moto3 Jerman
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Teddy Swims Putus dengan Kekasih Setelah Setahun Punya Anak
Jumat / 10-07-2026, 22:50 WIB







