Artinya: “Wahai kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan.

Allah menghalalkan makan dan mengharamkan puasa. Jika khatib naik mimbar, dengarkanlah khutbah dengan baik, semoga Allah memberi pahala dan rahmat.”

>>> Puasa Arafah 2026 Diperkirakan Jatuh pada 26 Mei, Ini Keutamaannya

Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Idul Adha

Sebelum khatib memulai khutbah, bilal melantunkan sholawat dan doa. Berikut bacaannya:

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.

Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.”

Kemudian dilanjutkan dengan doa: اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ، رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allahumma qawwil islaama wal iimaana minal muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat.

Wanshurhum ‘alaa mu’aanidid diin. Rabbikhtim lanaa minka bil khair wa yaa khairan naashiriin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, kuatkan Islam dan iman kaum Muslimin dan Mukminin, yang hidup maupun yang wafat. Akhiri hidup kami dengan kebaikan dan limpahkan rahmat-Mu.”

Mengapa Tidak Ada Adzan dan Iqamah?

Dalam hadis riwayat Shahih Muslim, Rasulullah SAW melaksanakan sholat Id tanpa adzan maupun iqamah. Para ulama sepakat bahwa sholat hari raya tidak didahului adzan.

Keterangan dalam Fiqih Sunnah menyebutkan bahwa cukup menggunakan seruan untuk mengumpulkan jamaah. Tradisi bilal di Indonesia kemudian berkembang sebagai pengingat agar ibadah berjalan tertib.

Sunnah-Sunnah Saat Idul Adha

Selain sholat Id, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah. Menurut Majelis Ulama Indonesia, beberapa amalan meliputi:

  • Memperbanyak takbir, dzikir, dan sholawat.
  • Mandi sebelum berangkat ke tempat sholat.
  • Mengenakan pakaian terbaik dan wewangian.
  • Berjalan kaki jika memungkinkan.
  • Mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang.
  • Tidak makan sebelum sholat Idul Adha.
  • Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.

Kitab Lathaif Al-Ma’arif menegaskan bahwa hari-hari Idul Adha adalah momen terbaik untuk memperbanyak zikir dan amal saleh.

>>> Busa Deterjen Melimpah Ternyata Menghambat Proses Pencucian Pakaian

Esensi seruan bilal tetap sama: mengajak umat memuliakan hari raya dengan ibadah dan mendengarkan khutbah.