Banyak orang menganggap bahwa jumlah busa yang melimpah menjadi tanda deterjen bekerja efektif membersihkan pakaian.

Anggapan tersebut ternyata keliru dan berpotensi mengganggu proses pencucian, terutama pada mesin cuci otomatis.

>>> 12 Cara Menyejukkan Ruangan Tanpa AC yang Mudah dan Hemat Listrik

Pakar kebersihan Ann Russell menjelaskan bahwa busa berlebih tidak membantu menghilangkan kotoran.

Penjelasan ini muncul saat dirinya menanggapi video TikTok yang memperlihatkan perbedaan mencolok antara dua mesin cuci yang beroperasi berdampingan.

Dalam video tersebut, salah satu mesin dipenuhi busa, sementara mesin lainnya hampir tidak memunculkan gelembung.

Pembuat video merasa deterjennya kurang karena air di dalam mesin cucinya terlihat kotor tanpa busa yang melimpah.

Russell menerangkan bahwa deterjen untuk mesin cuci otomatis memang diformulasikan menghasilkan sedikit busa. Hal tersebut bukan berarti deterjen tidak bekerja dengan baik.

"Busa justru menghambat proses pembersihan, bukan membantu menghilangkan kotoran.

Busa cenderung menahan kotoran tetap berada di pakaian padahal seharusnya kotoran itu terlepas dan terbawa air," ujar Russell.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Solusi Masalah Hubungan Asmara

Menurut Russell, munculnya busa yang terlalu banyak menjadi indikasi pemakaian deterjen yang berlebihan. Faktor lain adalah penggunaan jenis deterjen yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin cuci.

Kondisi mesin cuci yang minim busa sebenarnya menjadi tanda bahwa takaran deterjen yang digunakan sudah benar.

Russell juga menambahkan bahwa kebutuhan deterjen untuk mencuci pakaian sebenarnya tidak terlalu banyak.

Faktor utama yang membersihkan pakaian adalah pergerakan dan gesekan antar-pakaian di dalam air saat mesin bekerja. Deterjen berfungsi sebagai pembantu untuk mengangkat noda yang membandel dari serat kain.

"Deterjen yang dirancang untuk mesin cuci otomatis, baik mesin cuci bukaan depan maupun bukaan atas, memang dirancang untuk menghasilkan sedikit busa karena busa menghambat pembersihan, tidak membantu mengangkat kotoran, malah cenderung menahan kotoran, dan kita ingin kotoran tersebut keluar dan terlepas kan," tambah Russell.

Dampak buruk dari timbunan busa yang berlebih adalah proses pembilasan yang menjadi tidak maksimal. Masalah ini menyebabkan sisa deterjen dan kotoran tetap menempel pada serat pakaian.

Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kebersihan pakaian, tetapi juga memicu masalah kesehatan pada kulit seperti iritasi.

>>> Mengenal 7 Ciri Kepribadian Orang yang Enggan Pamer di Media Sosial

Penumpukan residu deterjen secara terus-menerus dalam jangka panjang turut berisiko merusak struktur serat pakaian.