Mencuci dengan mesin cuci memang praktis, tetapi pemilihan deterjen yang tepat juga penting untuk hasil cucian dan keawetan mesin.

Deterjen bubuk dan cair sama-sama tersedia di pasaran dengan berbagai merek. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

>>> 4 Rekomendasi Sepeda Hybrid Buatan Lokal dengan Harga Terjangkau

Perbedaan Deterjen Bubuk dan Cair

Deterjen bubuk dikenal lebih efektif mengangkat noda membandel seperti minyak, lumpur, dan sisa makanan. Kandungan bahan aktifnya yang tinggi cocok untuk pakaian sangat kotor seperti handuk dan seprai.

Namun, deterjen bubuk membutuhkan waktu lebih lama untuk larut, terutama dalam air dingin.

Jika tidak larut sempurna, residu dapat menempel pada pakaian atau menumpuk di mesin cuci, berpotensi menurunkan performa mesin.

Sementara itu, deterjen cair lebih mudah larut dalam air dingin maupun hangat, sehingga tidak meninggalkan residu.

>>> Thylane Blondeau Resmi Menikah dengan DJ Ben Attal di Paris

Deterjen cair lebih ramah terhadap mesin cuci dan cocok untuk pakaian sehari-hari serta kain halus.

Jenis mesin cuci juga memengaruhi pilihan deterjen. Mesin cuci bukaan atas (top load) dapat menggunakan deterjen bubuk atau cair.

Sedangkan mesin cuci bukaan depan (front load) lebih disarankan memakai deterjen cair atau deterjen khusus low suds karena menghasilkan busa lebih sedikit.

Kesimpulannya, pilih deterjen bubuk untuk noda membandel dan pakaian sangat kotor, serta deterjen cair untuk perawatan mesin dan pakaian halus.

>>> Perbandingan Vivo X Fold 6 vs Google Pixel 10 Pro Fold: Mana yang Lebih Unggul?

Sesuaikan juga dengan jenis mesin cuci yang digunakan.