Sebuah utas mengenai kejanggalan karya ilmiah viral di media sosial. Sejumlah orang Indonesia diduga memalsukan riset di konferensi internasional sehingga menuai hujatan publik.

Kehebohan bermula dari postingan akun Threads milik Ida Bagus Mandhara Brasika @mandharabrasika. Ia mengungkapkan dugaan skandal pemalsuan di konferensi ilmiah ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark.

>>> Honor Watch 6 Plus Resmi: Baterai 1.000 mAh dan Layar 3.000 Nits

Para periset yang tertuduh yaitu Prihatini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti. Postingan tersebut diunggah ulang oleh akun Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) dan viral di X dengan 7.300 retweet.

Modus Pemalsuan

Skandal ini bukan sekadar masalah akademis biasa, melainkan aksi manipulasi identitas yang terorganisir. Pelaku diduga berganti-ganti nama identitas hanya dengan bermodalkan perubahan jilbab dan nametag.

Materi penelitian yang dipresentasikan juga dipertanyakan.

>>> Honor 600 Super Edition Resmi: Baterai 8.600 mAh dan Kamera 200 MP

Data riset yang mencakup lokasi dari Peruvian Andes hingga dataran tinggi Ethiopia diduga kuat merupakan hasil fabrikasi total.

"Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisan juga," ungkap Mandhara. Keanehan lain muncul karena riset global tersebut tidak melibatkan kolaborator lokal maupun izin etik yang jelas.

>>> 4 HP 2 Layar Lipat Tercanggih 2026 dengan Kamera 200MP dan Performa Flagship

Bahkan, lembaga yang dicatut seperti AI-BioMedicine Research Group terdeteksi sebagai institusi fiktif. Semua perisetnya tercatat berasal dari Indonesia tanpa kolaborator setempat.