Peristiwa bersejarah terjadi tepat 14 abad yang lalu di Padang Arafah. Rasulullah SAW menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan ratusan ribu jemaah yang menunaikan ibadah haji.

Momen tersebut berlangsung pada tahun 10 Hijriah saat Rasulullah SAW melaksanakan haji wada. Ibadah haji ini menjadi haji pertama sekaligus terakhir bagi beliau.

>>> Komika Cece Upit Jadi Pengemudi Ojek Online demi Bertahan di Jakarta

Perjalanan Menuju Arafah

Pada hari Tarwiyah 10 Hijriah, Rasulullah SAW tiba di Mina. Beliau menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh di sana.

Setelah matahari terbit pada hari Arafah, Nabi SAW bergegas melanjutkan perjalanan menuju Arafah. Tenda-tenda telah didirikan di Padang Arafah dan beliau beristirahat sejenak.

Saat matahari tergelincir, Rasulullah SAW menunggangi untanya menuju tengah Padang Arafah. Di sana berkumpul sekitar 124.000 hingga 144.000 umat Islam dari berbagai penjuru.

Isi Khutbah Wada

Rasulullah SAW berdiri di hadapan lautan jemaah dan menyampaikan khutbah terakhir. Khutbah ini memuat fondasi hukum Islam yang luas bagi umat manusia.

Beliau memulai dengan pujian kepada Allah dan kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Rasulullah SAW berpesan agar umat berbakti dan menaati Allah. Beliau menyadari mungkin tidak akan bertemu lagi dengan mereka setelah tahun ini.

Beliau bersabda, "Hai manusia, sesungguhnya segala darahmu dan segenap hartamu haram atasmu sampai kamu datang menghadap Tuhanmu. Kelak kamu akan menghadap Tuhanmu dan Dia akan menanyakan amal perbuatanmu."

Rasulullah SAW menegaskan bahwa semua riba telah dihapuskan. Namun, setiap orang berhak menerima modalnya kembali tanpa aniaya.

Beliau juga menghapuskan semua darah yang tumpah pada masa jahiliah. Permulaan yang dihapuskan adalah darah Ibnu Rabi'ah bin al-Harits bin Abdul Muthalib.