Semua bekas peninggalan jahiliah dihapuskan kecuali urusan menjaga Ka'bah dan perairan di Makkah. Pembunuhan sengaja dikenakan tuntutan balas, sedangkan pembunuhan tidak sengaja didenda seratus ekor unta.

Rasulullah SAW memperingatkan tentang setan yang putus asa disembah di negeri ini. Umat harus berhati-hati terhadap agama agar tidak mengikuti kemauan setan.

>>> Paul Munster Pastikan Bertahan di Bhayangkara Presisi Lampung FC

Beliau menjelaskan tentang bulan-bulan haram yang empat: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Beliau bersabda, "Bukankah telah kusampaikan?

Ya Allah, saksikanlah."

Rasulullah SAW juga memberikan nasihat tentang hak dan kewajiban suami istri. Istri tidak boleh mengizinkan orang yang tidak disukai suami masuk rumah tanpa izin.

Suami wajib memberi makanan dan pakaian dengan sopan santun.

Beliau meninggalkan dua pedoman agar umat tidak sesat: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Setiap orang Islam bersaudara dan tidak halal mengambil hak saudaranya kecuali dengan kerelaan.

Rasulullah SAW melarang umat kembali menjadi kafir dan saling memerangi. Yang hadir harus menyampaikan pesan kepada yang tidak hadir.

Beliau bersabda, "Tuhanmu satu dan orang tuamu satu, kamu semua dari Adam, sedang Adam dari tanah. Semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang paling takwa."

Rasulullah SAW juga menetapkan aturan waris dan larangan wasiat lebih dari sepertiga. Anak hasil zina milik ayahnya dan pelaku zina dirajam.

Khutbah pamungkas ini bersumber dari riwayat Ibnu Hisyam dalam Kitab Sirah dan Ibnu Rabbih dalam al-'Iqdul Farid.

Riwayat Shahih Bukhari juga menjadi tambahan.

>>> Kinerja Perbankan Syariah Kuartal I-2026 Solid, Didorong Bisnis Emas dan Haji

Nabi SAW menginstruksikan Rabi'ah untuk mengulangi setiap poin khutbah dengan suara lantang. Tujuannya agar seluruh jemaah dapat menyimak dan menghafalkan pesan tersebut.