Kinerja industri perbankan syariah pada kuartal I-2026 tetap solid di tengah tantangan ekonomi global dan likuiditas ketat.

Pertumbuhan pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), hingga laba tercatat di atas rata-rata industri perbankan umum.

>>> IHSG Ambles 0,91 Persen ke Level 6.149 pada Sesi I Perdagangan

Pangsa Pasar Meningkat

Mengacu laporan OJK, pangsa pasar perbankan syariah mencapai 7,51% pada Maret 2026, naik dari kisaran 7% beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan pembiayaan bank syariah tercatat 9,82% secara tahunan (YoY), lebih tinggi dari kredit konvensional.

DPK juga tumbuh kuat. Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatat pertumbuhan DPK 17,99% pada kuartal I-2026.

Bisnis Emas Jadi Pendorong

Salah satu pendorong utama adalah bisnis emas. Produk tabungan emas dan cicil emas diminati masyarakat sebagai aset safe haven.

BSI mencatat kenaikan laba bersih 17,1% pada kuartal I-2026, didorong lonjakan fee based income dari bisnis emas.

>>> Anker Kembangkan Chip AI THUS untuk Earbuds Soundcore Terbaru

Segmen wholesale dan korporasi juga mulai menjadi fokus ekspansi. Pertumbuhan segmen wholesale mencapai 12,59%.

Ekosistem Haji dan Umrah

Digitalisasi tabungan haji menyasar milenial dan Gen Z menunjukkan hasil positif. Lebih dari 1,2 juta nasabah muda mulai menabung haji sejak dini.

Hal ini menciptakan sumber dana murah (CASA) yang stabil bagi industri.

Saham Bank Syariah Dilirik

Saham BRIS dinilai defensif dengan fundamental kuat, cocok untuk investor jangka menengah-panjang. Target harga Rp 3.100-Rp 3.300.

BTPN Syariah (BTPS) lebih agresif dan fluktuatif, namun prospek pertumbuhannya tinggi. Target harga Rp 1.500-Rp 1.700.

>>> IHSG Melemah 56 Poin akibat Serangan Militer AS ke Iran

"Strategi akumulasi beli untuk saham bank syariah, khususnya di tengah momentum pertumbuhan industri yang masih kuat," kata Hans Kwee, Co Founder Pasar Dana, Senin (25/5).