Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 56,67 poin atau 0,91 persen ke level 6.149 pada sesi pertama perdagangan Selasa (26/5/2026).

Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan militer terbaru ke wilayah Iran.

>>> Harga Emas Antam Naik Imbas Lonjakan Pasar Spot Global Hari Ini

Pergerakan negatif IHSG selaras dengan mayoritas indeks saham di Asia yang ikut melemah.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pasar mulai kehilangan harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran dalam waktu dekat.

Aksi militer AS di area selatan Iran diklaim Washington sebagai tindakan defensif. Namun, operasi itu langsung menimbulkan kecemasan baru di pasar modal.

Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat membaik untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Faktor Domestik Turut Tekan IHSG

Faktor internal dari dalam negeri juga memengaruhi sentimen investor. Pelaku pasar mengawasi kebijakan moneter ketat yang diterapkan bank sentral untuk meredam gejolak nilai tukar.

>>> Studi NTU: Tumbler Reusable Baru Ramah Lingkungan Setelah 120 Kali Pakai

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke level 5,25 persen sejak pekan lalu.

Ini merupakan kenaikan BI rate pertama sejak Oktober tahun lalu.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi kabar penundaan penyesuaian tarif royalti dan bea ekspor oleh pemerintah.

Langkah ini diambil untuk mempertahankan daya saing sektor hilirisasi nasional di tengah melemahnya permintaan global.

>>> IHSG BEI Berbalik Melemah ke Level 6.149 pada Sesi I

Pada penutupan sesi pertama, saham dengan kenaikan tertinggi meliputi MGNA, ARTA, NZIA, IKAN, dan WEHA. Sementara itu, pelemahan terdalam dialami saham TALF, ASPR, MSIN, IFSH, dan BLTZ.