Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik melemah pada perdagangan sesi I, Selasa (26/5/2026).

Indeks turun 56,67 poin atau 0,91 persen ke level 6.149.

>>> Honda Vario 160 Versi 2026 Terdaftar di NJKB Jakarta

Sebelumnya, IHSG sempat melonjak lebih dari 51 poin pada posisi intraday. Namun, tekanan jual di sebagian besar sektor membuat indeks berbalik ke zona merah.

Pelemahan Sektor dan Saham Penopang

Sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 2,08 persen. Sektor konsumer non-primer melemah 1,72 persen, diikuti sektor konsumer primer yang turun 1,35 persen.

Sektor keuangan terkoreksi 1,19 persen, dan sektor properti melemah 1,11 persen. Sebaliknya, sektor transportasi justru menguat 1,50 persen.

Saham-saham milik Prajogo Pangestu menjadi penopang indeks dari kejatuhan lebih dalam.

>>> Timnas Spanyol Hadapi Jalur Berat Menuju Final Piala Dunia 2026

Saham TPIA naik 7,65 persen, BRPT naik 9,12 persen, PTRO naik 6,15 persen, dan BREN naik 1,68 persen ke Rp 2.420.

Kenaikan harga tertinggi dicatat oleh saham MGNA yang melesat 30,68 persen menjadi Rp 115.

Saham NZIA naik 19,83 persen menjadi Rp 139, dan IKAN naik 13,92 persen ke Rp 90.

Kondisi ini berbalik dari perdagangan sebelumnya saat IHSG ditutup menguat 44,31 poin atau 0,72 persen ke level 6.206.

>>> Pemkot Bontang Pastikan Kelayakan Hewan Kurban Menjelang Iduladha 1447 H

Penguatan saat itu didorong aksi beli pada saham bank berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, dan BRIS.