Studi NTU: Tumbler Reusable Baru Ramah Lingkungan Setelah 120 Kali Pakai
Penggunaan tumbler dan botol minum reusable semakin populer di Indonesia sebagai upaya mengurangi sampah plastik.
Namun, studi terbaru dari National Taiwan University (NTU) menunjukkan bahwa produk reusable belum tentu lebih ramah lingkungan.
>>> Honda Vario 160 Versi 2026 Terdaftar di NJKB Jakarta
Penelitian dari International Degree Program in Climate Change and Sustainable Development (IPCS) NTU menemukan bahwa manfaat ekologis wadah reusable sangat bergantung pada intensitas pemakaian.
Gelas berbahan polypropylene (PP) baru memberikan dampak lebih rendah daripada kemasan sekali pakai setelah digunakan sekitar 120 kali.
“Kemampuan untuk digunakan kembali saja tidak menjamin manfaat bagi lingkungan. Frekuensi penggunaan adalah faktor penentu yang sebenarnya,” ujar penulis utama Yan-Ruei Huang bersama Prof. Yu-Kai Liao.
Proses produksi gelas reusable membutuhkan lebih banyak energi dan material dibanding kemasan sekali pakai. Jika hanya dipakai beberapa kali lalu rusak atau hilang, jejak karbonnya justru lebih besar.
>>> Timnas Spanyol Hadapi Jalur Berat Menuju Final Piala Dunia 2026
Faktor Penentu Efektivitas
Riset ini juga menyoroti pentingnya sistem pendukung, seperti metode pencucian, distribusi, dan perilaku konsumen. Keuntungan ekologis bisa menurun drastis jika pencucian memakan banyak air dan energi.
Di Indonesia, tren membawa botol minum sendiri terus meningkat. Survei Jakpat 2024 mencatat 56% Gen Z membawa botol minum sendiri untuk gaya hidup ramah lingkungan.
Beberapa pelaku usaha juga memberikan insentif potongan harga bagi konsumen yang membawa wadah sendiri.
Meski demikian, studi ini mengingatkan bahwa kepemilikan produk reusable saja tidak cukup. Komitmen pemakaian jangka panjang menjadi kunci agar dampak lingkungan benar-benar berkurang.
>>> Pemkot Bontang Pastikan Kelayakan Hewan Kurban Menjelang Iduladha 1447 H
Tantangan utama di Indonesia saat ini masih pada penanganan sampah kemasan sekali pakai. Limbah plastik dan gelas minuman masih mendominasi area pembuangan perkotaan dan belum terkelola maksimal.
Update Terbaru
Hindari Makanan dan Minuman ini Usai Konsumsi Daging Kambing
Selasa / 26-05-2026, 14:13 WIB
Anang-Ashanty Bagikan Momen Jelang Wukuf di Arafah
Selasa / 26-05-2026, 14:09 WIB
Pemprov Sultra Raih Opini WTP ke-13 dari BPK RI
Selasa / 26-05-2026, 14:08 WIB
Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 18,9 Persen Menjadi Rp 18,1 Triliun
Selasa / 26-05-2026, 14:08 WIB
Sule Bantah Lempar Skrip ke Kru TV, Canda soal Sofa
Selasa / 26-05-2026, 14:08 WIB
Persib Bandung Tunjuk Bojan Hodak sebagai Penasihat Teknis
Selasa / 26-05-2026, 14:03 WIB
Puasa Arafah 2026 Diperkirakan Jatuh pada 26 Mei, Ini Keutamaannya
Selasa / 26-05-2026, 14:03 WIB
Maarten Paes Tepis Dua Penalti, Bawa Ajax Menang Drama Adu Tos
Selasa / 26-05-2026, 14:03 WIB
Profil Zimong TikToker Viral Usai Labrak Wanita Selingkuhan Suami: Umur, Agama dan Akun Instagram
Selasa / 26-05-2026, 14:02 WIB
Jadwal Operasional Bank BRI dan BSI saat Libur Idul Adha 2026
Selasa / 26-05-2026, 13:59 WIB
K-pop Raih Kemenangan Besar di AMA 2026, BTS Bawa Pulang Artist of the Year
Selasa / 26-05-2026, 13:59 WIB
Keindahan Sunset dari 28th Sky Beach Club The Trans Luxury Surabaya
Selasa / 26-05-2026, 13:59 WIB
Busa Deterjen Melimpah Ternyata Menghambat Proses Pencucian Pakaian
Selasa / 26-05-2026, 13:58 WIB
Pasar Mobil Bekas Mulai Diramaikan Chery Omoda C5 Tahun Muda
Selasa / 26-05-2026, 13:58 WIB






