Seorang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Risma Indriyani viral di media sosial setelah membagikan kisahnya mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Melalui akun Instagram @rismaindryanim, ia mengunggah video yang menceritakan perjalanan kariernya yang tidak biasa. Alih-alih bekerja sebagai ilmuwan di laboratorium, Risma memilih memberdayakan petani dan pengrajin lokal.

>>> Brazil Bangun Sungai Buatan 145 Km untuk Atasi Kekeringan di Ceará

Bersama @Suhuf_official, ia mengubah pelepah pisang dan jerami menjadi kertas daur ulang premium serta berbagai souvenir eco-friendly.

Dari Korporat ke Wirausaha Sosial

Sebelum terjun ke bisnis ini, Risma memiliki karier mapan di dunia korporat selama sembilan tahun, termasuk di perusahaan swasta dan BUMN.

Titik balik terjadi saat ia mengalami patah tulang dan harus menjalani bed rest.

Dari masa pemulihan, ia menyadari banyaknya limbah pertanian yang tidak termanfaatkan dan petani yang belum mendapatkan nilai ekonomi optimal.

>>> The Elusive Samurai Season 2 Rilis Video Baru, Umumkan Lagu Pembuka dan Jadwal Tayang

Risma kemudian mendirikan Suhuf Official untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai jual, seperti corporate merchandise, souvenir acara, dan box packaging.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Usaha Risma tidak hanya mengurangi emisi karbon akibat pembakaran sampah sisa panen, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di pedesaan.

Karyanya telah diliput media nasional seperti Transmedia dan internasional seperti Deutsche Welle (DW) - The Scene.

Video unggahannya telah ditonton lebih dari 290 ribu kali dan mendapat banyak komentar positif dari warganet yang mengapresiasi langkahnya.

>>> Surabaya Printing Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Teknologi Percetakan Terkini

Risma berharap kisahnya dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak mengelola sampah dan melihat limbah sebagai peluang.