BPOM Dorong UMKM Jamu Lewat Program Pendampingan dan Kolaborasi
Ketua BPOM RI Taruna Ikrar menekankan pentingnya kolaborasi dan pendampingan bagi UMKM jamu untuk menjadikan industri ini sebagai andalan perekonomian nasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah program proaksi berpadu, yaitu akselerasi registrasi dan pendampingan terpadu bagi pelaku usaha, termasuk startup dan UMKM.
"UMKM Jamu memiliki posisi yang sangat penting dalam ekosistem herbal nasional.
Karena itu, Badan POM terus melakukan pembinaan UMKM melalui berbagai program pendampingan," ujar Taruna dalam Health Forum CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026).
Program Orang Tua Angkat Jamu
Selain proaksi terpadu, BPOM juga menjalankan program Orang Tua Angkat Jamu.
Program ini mempertemukan industri besar dengan UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, pemenuhan standar, CPOBAB, perizinan, hingga strategi pemasaran dan ekspor.
Taruna menegaskan pendekatan ini penting agar transformasi jamu tidak hanya dinikmati industri besar, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan pelaku usaha kecil di daerah.
"Pengembangan obat bahan alam, khususnya Jamu, tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi lintas sektor, dari hulu hingga hilir," ungkapnya.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 27 – 31 Mei 2026
Kolaborasi ABG
Dalam model kolaborasi akademia, bisnis, dan government (ABG), Taruna menjelaskan setiap pihak memiliki peran saling melengkapi. Perguruan tinggi dan peneliti menjadi penggerak inovasi dan pembuktian ilmiah.
Dunia usaha menjadi motor hilirisasi, investasi, dan pengembangan pasar.
Sementara pemerintah, termasuk BPOM, memastikan regulasi, pembinaan, dan pengawasan berjalan efektif agar produk aman, bermutu, dan berdaya saing.
"Tanpa kolaborasi yang kuat, potensi besar Jamu tidak akan optimal memberikan manfaat bagi kemandirian kesehatan nasional.
Tetapi dengan sinergi yang kuat, saya yakin seyakin-yakinnya Jamu Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menjadi pemain penting di pasar global," ungkapnya.
Taruna menegaskan ini saatnya menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya biodiversitas, tetapi juga sebagai pusat pengembangan produk herbal modern dunia.
>>> Harga Emas Pegadaian 26 Mei 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Kompak Melemah
"Kita jadikan Jamu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga simbol inovasi kesehatan dan kemandirian bangsa," tegas Taruna.
Update Terbaru
Mayapada Hospital Jakarta Timur Resmi Beroperasi di Jakarta Garden City
Sabtu / 11-07-2026, 00:15 WIB
Ponsel Saya Rusak Akibat Cuaca Panas, Begini Cara Memperbaikinya
Sabtu / 11-07-2026, 00:15 WIB
Indonesia Perketat Perlindungan Gajah Sumatera dan Kalimantan
Sabtu / 11-07-2026, 00:14 WIB
Keluarga Bocah 6 Tahun Tewas Ditabrak di Pacific Beach Tempuh Jalur Hukum
Sabtu / 11-07-2026, 00:14 WIB
Hakim Batasi Bukti di Sidang Pembunuhan Charlie Kirk, Istri Keberatan
Sabtu / 11-07-2026, 00:14 WIB
Katy Perry Ajak Justin Trudeau Promosi Lagu Baru dengan Tarian
Sabtu / 11-07-2026, 00:14 WIB
FanDuel Kirim Video Bryce Harper ke Penjudi Kecanduan, Laporan
Sabtu / 11-07-2026, 00:14 WIB
Bocah 10 Tahun di Kansas City Ditemukan Tewas di Kolam Setelah Berjalan dalam Tidur
Sabtu / 11-07-2026, 00:09 WIB
Pengacara Ben Crump Ragukan Teori Tenggelam Nolan Wells, Sebut Korban Bisa Berenang
Sabtu / 11-07-2026, 00:09 WIB
Vinicius Jr Frustrasi Usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 00:09 WIB
Dodge Siapkan Charger Sixpack Terbaru dengan Tenaga Lebih dari 550 HP
Sabtu / 11-07-2026, 00:08 WIB
Usai Geledah 13 Lokasi, Polisi Belum Umumkan Tersangka Kasus Batu Bara
Sabtu / 11-07-2026, 00:08 WIB
Andie Peci Meninggal, Tokoh Bonek dan Aktivis Buruh yang Perjuangkan Persebaya
Sabtu / 11-07-2026, 00:07 WIB
Polisi Ungkap Alasan Belum Tetapkan Tersangka Tiga Kasus Korupsi
Sabtu / 11-07-2026, 00:07 WIB







