Disney PHK Massal, Ratusan Karyawan Marvel Studios Terdampak
Beberapa seniman senior yang terdampak dikabarkan akan ditawari transisi status menjadi kontraktor independen tanpa jaminan jangka panjang.
Penyebab Restrukturisasi
Bagi para pengamat industri, keputusan merestrukturisasi Marvel Studios bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan. Langkah ini menjadi puncak dari masalah yang telah menumpuk.
Manajemen pusat mengambil tindakan tegas setelah beberapa tahun terakhir MCU dibanjiri kritik akibat penurunan kualitas CGI dan kejenuhan penonton karena terlalu banyak rilisan film dan serial di Disney+.
>>> PT Pradiksi Gunatama Tbk Patuhi Kebijakan Ekspor Sumber Daya Alam
Marvel Studios sebelumnya telah mengumumkan rencana pemotongan skala produksi secara drastis untuk mengembalikan fokus pada kualitas narasi dan visual.
Kebutuhan akan staf tetap dalam jumlah besar otomatis ikut menurun ketika proyek yang diproduksi berkurang.
Di bawah kepemimpinan Josh D'Amaro, Disney berada dalam tekanan besar dari pemegang saham untuk memangkas biaya operasional pasca-pandemi dan perang streaming.
Marvel menjadi target utama efisiensi karena selama ini dikenal sebagai divisi dengan anggaran belanja produksi paling besar.
Namun, laporan internal mengonfirmasi bahwa PHK di tubuh Marvel murni didorong oleh restrukturisasi finansial dan strategi korporat.
Kesejahteraan Pekerja Kreatif Terancam
Berbeda dengan gelombang pemangkasan di sektor industri kreatif lain, posisi para seniman Marvel yang dirumahkan tidak digantikan oleh teknologi otomatisasi atau Kecerdasan Buatan (AI).
Langkah ini memicu perdebatan sengit mengenai masa depan kesejahteraan pekerja kreatif di industri film.
Pergeseran dari sistem karyawan tetap menjadi sistem kontrak berbasis proyek dinilai menguntungkan korporasi dari segi efisiensi anggaran, namun menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi para seniman.
Kabar buruk ini langsung menjadi topik panas di kalangan profesional seni global. Gelombang solidaritas pun bermunculan di media sosial.
Update Terbaru
Carnival Cruise Line Mulai Konstruksi Kapal Pesiar Baru Carnival Destiny
Jumat / 10-07-2026, 22:28 WIB
Lebih dari 6 Juta Anak Daftar Trump Accounts, Treasury Catat Rekor
Jumat / 10-07-2026, 22:28 WIB
Otoritas Penerbangan Selidiki Darurat Pesawat Ryanair Akibat Jendela Copot
Jumat / 10-07-2026, 22:28 WIB
Scottie Scheffler Gagal Lolos Cut Scottish Open, Akhiri Rekor 78 Turnamen Berturut-turut
Jumat / 10-07-2026, 22:25 WIB
Spanyol Hadapi Belgia di Perempat Final Piala Dunia
Jumat / 10-07-2026, 22:25 WIB
Fan Bing Bing Jadi Model di Paris Fashion Week, Wajah Bak Porselen Curi Perhatian
Jumat / 10-07-2026, 22:24 WIB
Rudi Garcia Yakin Belgia Mampu Hentikan Rekor Sempurna Spanyol di Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 22:21 WIB
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, KAI Commuter Uji Coba Pemurni Udara di KRL
Jumat / 10-07-2026, 22:20 WIB
AS Kembalikan Dua Arca Perunggu Abad ke-8 yang Dicuri dari Indonesia
Jumat / 10-07-2026, 22:19 WIB
Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Jual Mobil Operasional
Jumat / 10-07-2026, 22:19 WIB
Logo Bandara Donald Trump Diduga Hasil AI, Netizen Geram
Jumat / 10-07-2026, 22:07 WIB
Putus dengan Lee Jong Suk, Ini Daftar Mantan Pacar IU
Jumat / 10-07-2026, 22:07 WIB
Penerbit Protes Masa Depan Digital Sony dengan Janji Terus Produksi Game PS5 Fisik
Jumat / 10-07-2026, 22:07 WIB
Harga Tiket Perempatfinal Piala Dunia Melonjak di Pasar Sekunder
Jumat / 10-07-2026, 22:05 WIB







