CEO Josh D'Amaro mencoba memberikan pandangan dari sudut pandang bisnis melalui memonya untuk meredam penurunan moral karyawan.

"Saya tahu ini adalah masa-masa yang sangat berat bagi kita semua," tulis D'Amaro dalam memo internalnya.

"Keputusan-keputusan sulit ini sama sekali bukan merupakan refleksi dari kualitas kontribusi yang telah mereka berikan selama ini, ataupun cerminan dari melemahnya kekuatan perusahaan kami secara keseluruhan."

"Sebaliknya, langkah ini mencerminkan evaluasi berkelanjutan kami tentang bagaimana cara mengelola sumber daya perusahaan secara lebih efektif, sehingga kami dapat berinvestasi kembali ke dalam lini bisnis kami dengan lebih tepat sasaran di masa depan," tambah D'Amaro.

Langkah ekstrem yang diambil Disney ini menjadi sinyal kuat bahwa peta kekuatan dan pola kerja di Hollywood telah berubah secara permanen.

>>> Persija Jakarta Sumbang Delapan Pemain ke Pemusatan Latihan Timnas Indonesia

Era keemasan di mana studio-studio besar mempertahankan ribuan staf kreatif internal dengan anggaran tak terbatas tampaknya telah berakhir, digantikan oleh era baru yang lebih ramping, kalkulatif, dan berbasis efisiensi ketat.