Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu momen paling sakral dalam kalender Islam. Allah SWT membentangkan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersujud dan memohon ampun.

Bagi jamaah haji, hari ini menjadi puncak ibadah dengan wukuf di Padang Arafah.

>>> Pemerintah Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 268 Triliun

Sementara itu, umat Muslim yang tidak di tanah suci tetap bisa meraih pahala besar melalui doa, zikir, dan puasa sunnah.

Amalan Zikir Utama Hari Arafah

Rasulullah SAW sangat menganjurkan memperbanyak zikir pada Hari Arafah. Zikir ini dinilai sebagai untaian kalimat terbaik untuk memohon ampunan dan mengesakan Allah SWT.

Berikut lafal zikir yang sebaiknya dibaca sebanyak-banyaknya:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lafal: "Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir."

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala puji dan kerajaan hanya milik-Nya.

Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Amalan Pelengkap: Sayyidul Istighfar dan Doa Sapu Jagat

Para ulama menganjurkan beberapa amalan pelengkap yang memiliki fadhilah besar. Pertama, merutinkan Sayyidul Istighfar atau istighfar utama untuk memohon ampunan menyeluruh.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلقتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

>>> IHSG Bervariasi Cenderung Melemah, Saham Prajogo Pangestu Melonjak

Amalan kedua adalah memperbanyak Doa Sapu Jagat yang mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat.