Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini dengan penguatan signifikan. Pada Selasa (26/5/2026) pagi, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut melonjak 55 poin.

Kenaikan itu setara dengan penguatan 0,80% yang membawa IHSG ke posisi 6.265. Aktivitas beli di awal sesi mencerminkan optimisme investor di pasar modal domestik.

>>> Masa Berlaku SIM Habis Saat Idul Adha 2026 Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru

Pergerakan indeks hari ini akan dipengaruhi dinamika pasar global dan rilis data ekonomi terbaru. Investor disarankan mencermati saham-saham blue chip yang menjadi penggerak utama.

Hingga saat ini, indeks saham masih bertahan di zona hijau meskipun fluktuatif. Pembaruan data perdagangan akan berlanjut setelah sesi pertama dan kedua selesai.

Penguatan ini kontras dengan perdagangan Senin (25/5) saat IHSG ditutup terkoreksi 31 poin atau 0,48% ke level 6.128.

>>> Polres Brebes Pastikan Video Pocong Viral adalah Hoaks AI

Pelemahan saat itu dipicu sentimen bank sentral AS, konflik Selat Hormuz, dan rebalancing MSCI.

Sebelumnya, pada Kamis (21/5), IHSG anjlok 3,54% ke 6.094,94 akibat rencana sentralisasi eksportir BUMN yang menekan sektor barang baku dan energi.

>>> Kemenkeu Ubah Alur Pencairan Dana Pemulihan Bencana Sumatra Rp60 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memprediksi indeks akan segera rebound. Ia optimistis pasar bergerak cepat karena fundamental ekonomi nasional yang solid dan peningkatan profitabilitas korporasi.