Pabrikan lokal seperti Tata Motors dan Mahindra & Mahindra memimpin pasar dengan pangsa sekitar 60 persen.

>>> Raffi Ahmad Miliki Rolls-Royce Phantom Rp18 Miliar, Pajaknya Fantastis

Di Afrika, pasar kendaraan listrik masih relatif kecil namun konsisten tumbuh.

Penjualan EV di kawasan tersebut naik dari 4.000 unit pada 2023 menjadi mendekati 25.000 unit pada 2025.

Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan menjadi pemasok penjualan terbesar di Afrika.

Negara lain seperti Etiopia, Rwanda, dan Nigeria mulai ikut menggalakkan adopsi kendaraan listrik.

Dominasi China dan Fluktuasi Pasar

Laporan IEA menggarisbawahi posisi kuat China dalam industri kendaraan listrik global.

Produsen asal China menyuplai hampir 60 persen dari total mobil listrik yang didistribusikan di dunia.

Sementara itu, manufaktur dari Eropa dan Amerika Utara masing-masing menyumbang sekitar 15 persen.

Meski prospek jangka panjang menjanjikan, pasar sempat melambat pada kuartal pertama tahun ini.

Penjualan EV global terkoreksi sekitar delapan persen menjadi 3,9 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan di China dan Amerika Serikat.

Sebaliknya, pasar Eropa dan beberapa negara berkembang di Asia masih mencatat pertumbuhan positif.

IEA mengidentifikasi penurunan harga baterai, perluasan jaringan pengisian daya publik, dan insentif pemerintah sebagai pendorong utama transisi.

Tingginya harga bahan bakar minyak konvensional turut mempercepat perpindahan konsumen ke moda transportasi hijau.

Sepanjang 2025, hampir 1,8 juta unit fasilitas pengisian daya publik baru telah dioperasikan di seluruh dunia.

>>> BYD M6 DM Tantang Chery Tiggo 8 CSH di Pasar PHEV Indonesia

Akumulasi stasiun pengisian kendaraan listrik global kini menembus angka tujuh juta unit.