Sutradara drama Korea Perfect Crown, Park Joon Hwa, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf sambil menangis saat menggelar wawancara media di Seoul pekan lalu.

Permintaan maaf itu terkait kontroversi distorsi sejarah dalam karya terbarunya yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok.

>>> Jaz Rowe Pilih Jalur Musik Personal yang Relate dengan Keresahan Anak Muda

Dilansir dari Detikcom yang mengutip Korea JoongAng Daily pada Senin (25/5/2026), Park Joon Hwa beberapa kali terdiam saat menjelaskan visinya mengenai latar monarki Korea modern dalam serial MBC-Disney+ tersebut.

"Menurut saya, yang ingin disampaikan penulis kami adalah, jika masa lalu bangsa kita menyakitkan, termasuk Perang Korea dan periode penjajahan Jepang, tidak terjadi, bukankah kita bisa mencapai gambaran yang lebih bahagia dan indah?"

kata Park Joon Hwa.

Park Joon Hwa menyatakan bertanggung jawab penuh atas kesalahan di layar tanpa didampingi tim penulis skenario.

Ia menegaskan bahwa kekeliruan tersebut muncul dari imajinasi kelanjutan era Joseon (1392-1910) oleh tim produksi.

"Cerita ini berawal dari fantasi itu. Jadi, konsultasi kami, referensi yang kami gunakan, semuanya disesuaikan dengan istana kerajaan Joseon," ujarnya.

Ia mengakui ada bagian yang gagal dipertimbangkannya saat penggarapan cerita, meskipun para konsultan sejarah akan mendeskripsikan hal yang sama mengenai proses naik takhta pada era tersebut.

Sang sutradara merasa terkekang oleh obsesi metodologi periode tersebut, sehingga ia melewatkan refleksi penting mengenai Kekaisaran Korea yang sebenarnya ada dalam sejarah nyata.

>>> Risa Amel Populerkan Kembali Dangdut Klasik ke Generasi Muda

"Saya rasa saya memiliki semacam obsesi. Ketika saya diberi tahu bahwa begitulah cara yang dilakukan pada periode itu, saya merasa terkekang.