Penyanyi muda asal Garut, Risa Amel, memilih jalur berbeda di tengah dominasi lagu pop modern dan tren viral.

Ia justru tetap menaruh minat besar pada genre dangdut klasik yang kerap diidentikkan dengan generasi terdahulu.

>>> Karakter Pendukung Anime Ini Dinilai Lebih Menarik Dibanding Tokoh Utama

Pilihan tersebut diambil karena Risa memiliki misi khusus untuk mendekatkan musik dangdut lawas kepada generasi muda masa kini.

Ia menilai ranah ini masih memiliki potensi besar jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.

Menurut Risa, anggapan bahwa dangdut klasik tidak lagi relevan bagi anak muda muncul karena belum ada sosok pembawa musik yang dekat dengan keseharian mereka.

Ia meyakini peminat genre ini di kalangan muda sebenarnya masih banyak.

"Kalau aku aja yang masih muda bisa suka banget sama dangdut klasik, pasti ada banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama," ujar Risa Amel.

Langkah nyata untuk merealisasikan misi tersebut mulai diterapkan melalui konsep musik dan penampilannya yang lebih segar. Risa berupaya menyajikan dangdut klasik tanpa menghilangkan esensi orisinal dari musik tersebut.

Bagi Risa, memudakan dangdut klasik bukan berarti mengeliminasi cengkok atau karakter vokal khas yang menjadi identitas utama genre ini.

Ia memilih mempertahankan karakter vokal tersebut, namun memadukannya dengan aransemen dan visual modern.

"Vokalnya tetap klasik, rasa dangdutnya tetap ada.

>>> Alala Zahra Debut dengan Single Bundaku Tersayang

Tapi mungkin dari musik, styling, dan cara penyampaiannya bisa dibuat lebih modern supaya anak muda lebih mudah masuk," katanya.

Dalam membentuk citra visual di atas panggung, Risa terinspirasi dari kultur pop modern dan dunia K-Pop.