Karakter utama dalam serial anime tidak selalu menjadi sosok paling memikat. Beberapa karakter pendukung justru dinilai memiliki kompleksitas cerita dan perkembangan kepribadian yang lebih mendalam.

Roy Mustang dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood adalah salah satu contoh. Sosok ini lebih kompleks daripada Edward Elric karena menampilkan sisi ambisius sekaligus rasa bersalah yang mendalam.

>>> Alala Zahra Debut dengan Single Bundaku Tersayang

Norman dalam The Promised Neverland juga menonjol. Berbeda dengan Emma yang optimis, Norman menghadapi perkembangan karakter yang lebih kelam dan dilema moral tinggi.

Akame dalam Akame ga Kill! tampil lebih menonjol dibanding Tatsumi.

Ia memikat penonton lewat latar belakang tragis dan pembawaan misterius.

Arataka Reigen dari Mob Psycho 100 juga menarik. Meski dikenal sebagai penipu ambigu, Reigen membuktikan loyalitas dan keberaniannya saat situasi mendesak.

Di Attack on Titan, Levi Ackerman dianggap konsisten dan manusiawi di tengah perang. Ketangguhannya memikat banyak penggemar melebihi perkembangan Eren.

>>> Joko Widodo Terima Tawaran Main Film Budaya Dayak

Transformasi dan Sisi Emosional Karakter Sampingan

Katsuki Bakugo dalam My Hero Academia memperlihatkan perjalanan penebusan yang kuat. Ia bertransformasi dari arogan menjadi figur yang jauh lebih kompleks ketimbang Deku.

Kakashi Hatake dari Naruto mempertahankan daya tarik lewat aura mentor misterius. Masa lalu tragisnya membuat kisahnya sangat menarik.

Sisi kontras ditunjukkan Shinobu Kocho dalam Demon Slayer.

Di balik perilaku lembut, ia menyimpan kemarahan besar yang membuatnya lebih berlapis dibanding Tanjiro yang selalu baik hati.

>>> 6 Drama Korea yang Pernah Terjerat Kontroversi Distorsi Sejarah

Vegeta dari Dragon Ball menjadi representasi terbaik karakter pendukung yang melampaui tokoh utama. Perubahannya dari penjahat menjadi antihero lebih bernuansa daripada karakter Goku.