Publik Korea Selatan dikenal sangat sensitif terhadap isu distorsi sejarah dalam produk budaya populer, termasuk drama Korea.

Beberapa judul drakor menuai kecaman keras karena konten yang dianggap menyimpang dari fakta sejarah.

>>> Drama Korea Perfect Crown Tuai Petisi di Majelis Nasional Akibat Distorsi Sejarah

Drama yang Terjerat Kontroversi

Joseon Exorcist (2021) — Drama fantasi-sejarah ini dibatalkan SBS setelah dua episode akibat kritik terhadap properti bergaya Tiongkok dan penggambaran tokoh sejarah yang melenceng.

Snowdrop — Berlatar gerakan pro-demokrasi 1987, drama ini dituduh meromantisasi Badan Keamanan Nasional dan keliru menghubungkan aktivis dengan mata-mata Korea Utara.

Mr. Queen — Drama sageuk komedi ini memicu protes karena dialog yang menyebut Sejarah Dinasti Joseon sebagai hal sepele, serta webtoon aslinya diduga mengandung sentimen anti-Korea.

>>> Ketahui Kriteria Pencabutan KJP Plus DKI Jakarta Agar Bantuan Tetap Aktif

The King: Eternal Monarch (2020) — Dikritik karena adegan pembuka menggunakan arsitektur bergaya Jepang dan kapal perang yang mirip dengan milik Jepang.

River Where the Moon Rises (2021) — Selain masalah pergantian aktor, kostum dan baju zirah dinilai terlalu berkiblat pada elemen Tiongkok.

>>> Kominfo Blokir 500 Aplikasi Permainan Hadiah Palsu per Mei 2026

Perfect Crown (2026) — Kontroversi muncul karena penggunaan mahkota 9 rumbai dan dialog 'Cheonse!' yang dianggap menunjukkan ketundukan pada kekaisaran lain, serta adegan etiket minum teh bergaya Tiongkok.