Drama Korea Perfect Crown Tuai Petisi di Majelis Nasional Akibat Distorsi Sejarah
Kontroversi yang menjerat drama Korea Perfect Crown kini telah sampai ke ranah hukum Majelis Nasional.
Petisi publik diajukan di papan komplain resmi pada 22 Mei 2026 dan langsung menarik perhatian besar.
>>> Ketahui Kriteria Pencabutan KJP Plus DKI Jakarta Agar Bantuan Tetap Aktif
Petisi protes terhadap tayangan tersebut berhasil mencapai ambang batas 60 persen tanda tangan hanya dalam dua hari.
Parlemen secara hukum wajib merujuk tuntutan ini ke komite tetap yang relevan jika meraih 50 ribu tanda tangan dalam 30 hari.
Batas akhir pengumpulan tanda tangan ditetapkan hingga 21 Juni 2026. Tuntutan masyarakat mencakup tiga poin utama.
Tiga Poin Tuntutan Petisi
Poin pertama adalah desakan penangguhan siaran dengan segera. Masyarakat menuntut Komisi Standar Komunikasi Korea dan lembaga terkait untuk memberikan sanksi resmi kepada program tersebut.
Poin kedua meminta penghapusan permanen drama dari seluruh platform streaming domestik dan global, termasuk Disney+. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran sejarah Korea yang terdistorsi.
Poin ketiga mendesak sanksi institusional dari pemerintah, seperti mengecualikan perusahaan produksi dari pendanaan negara dan membatasi izin siaran.
Hal ini bertujuan agar kreator tidak menyalahgunakan istilah fiksi sebagai tameng untuk merusak identitas nasional.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari MBC maupun Disney+. Namun, stasiun televisi terkait telah menegaskan komitmen untuk menghapus bagian adegan yang bermasalah.
Detail Distorsi Sejarah yang Disorot
Gelombang protes muncul akibat beberapa detail yang dianggap sebagai distorsi sejarah serius. Aspek pertama adalah properti mahkota yang dikenakan karakter Ian saat naik takhta.
Berdasarkan catatan sejarah pasca-proklamasi Kekaisaran Korea tahun 1897, mahkota penguasa seharusnya memiliki 12 rumbai.
Update Terbaru
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
Jumat / 10-07-2026, 15:36 WIB
Youn Yuh Jung Raih Nominasi Emmy untuk 'Beef' Season 2
Jumat / 10-07-2026, 15:36 WIB
Drama 'The Apartment Job' Tampilkan Kerja Sama Tim 'Keluarga Palsu' yang Lucu
Jumat / 10-07-2026, 15:36 WIB
FBI Selidiki AFA soal Penipuan dan Pencucian Uang saat Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 15:35 WIB
Mampukah Kuda Troya Belgia Bikin Spanyol Porak-poranda?
Jumat / 10-07-2026, 15:35 WIB
Polda NTB Bantah Cegat Santri Korban Bakar di Bandara Lombok
Jumat / 10-07-2026, 15:35 WIB
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Baru, Investasi Rp9,79 Triliun
Jumat / 10-07-2026, 15:35 WIB
Asteroid Apophis Melintas Dekat Bumi April 2029, Bisa Dilihat 7,6 Miliar Orang
Jumat / 10-07-2026, 15:34 WIB
Putusan Praperadilan Kedua Roy Suryo Dijadwalkan 20 Juli 2026
Jumat / 10-07-2026, 15:34 WIB
Indonesia Peringkat Ketiga Dunia Kasus Kusta, Stigma Masih Menghantui
Jumat / 10-07-2026, 15:34 WIB
Prediksi Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 15:29 WIB
Tito Minta Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta
Jumat / 10-07-2026, 15:29 WIB
Foto Live Galaxy Z Flip 8, Fold 8, dan Fold 8 Ultra Beredar di Reddit
Jumat / 10-07-2026, 15:29 WIB
Samsung Display Siap Luncurkan Panel OLED Desktop dengan Kecerahan 1.400 Nits
Jumat / 10-07-2026, 15:28 WIB







