Drama Korea Perfect Crown yang dibintangi Byeon Woo Seok dan IU kembali menjadi sorotan. Meski masa tayangnya telah berakhir, kontroversi dugaan distorsi sejarah masih bergulir.

Kontroversi Adegan Penobatan

Adegan penobatan Yi An (Byeon Woo Seok) menjadi raja di dua episode terakhir menuai kritik keras. Warga Korea Selatan menilai adegan itu tidak sesuai dengan sejarah.

>>> Selebgram Woodyrman Ditangkap Usai Aniaya WN Brunei hingga Tewas di Blok M

IU dan Byeon Woo Seok telah mengunggah surat permintaan maaf terkait kontroversi tersebut. Pihak produksi juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Petisi Penghapusan Permanen

Petisi nasional yang menuntut penghapusan seluruh bagian Perfect Crown secara permanen diunggah di laman Majelis Nasional pada 22 Mei 2026.

Pada 24 Mei 2026, petisi itu tercatat telah melampaui batas dukungan 60 persen dengan lebih dari 30 ribu tanda tangan.

Petisi ini menyerukan penghentian penayangan dan penghapusan semua konten terkait di platform streaming.

Pemohon menilai drama tersebut melakukan distorsi budaya dan sejarah Korea dengan menggunakan referensi kostum dan budaya bergaya Tiongkok.

>>> Sahabat Ungkap Sifat Istri Baru Anji yang Lagi Jadi Sorotan

Petisi mengutip Pasal 5 Undang-Undang Penyiaran Korea yang mewajibkan konten penyiaran memperkuat identitas nasional.

Pemohon juga menuntut aturan lebih ketat, termasuk pengecualian pendanaan pemerintah dan pembatasan izin penyiaran bagi perusahaan produksi.

Reaksi Publik

Sejumlah kritikus menilai penyuntingan pascaproduksi tidak cukup dan Perfect Crown harus dihapus permanen. Sebagian lain menganggap seruan itu berlebihan dan nilai artistik drama perlu dipertimbangkan.

Petisi masih terbuka untuk tanda tangan hingga 21 Juni 2026.

>>> Lirik Lagu Nikmati Sakitnya - Fabio Asher

Jika mencapai 50 ribu tanda tangan dalam 30 hari, petisi akan dirujuk ke komite tetap Majelis Nasional Korea Selatan.