Ghost in the Shell mungkin adalah salah satu manga yang paling sering diadaptasi ulang.

Kini, 37 tahun setelah kemunculan pertamanya, Prime Video menghadirkan versi anime baru yang disebut sebagai adaptasi paling setia terhadap karya asli Masamune Shirow.

>>> Manga Sinful Is the Angel Who Loves Karya Yukari Sakai Akan Berakhir dalam 3 Chapter

Cerita asli Shirow berlatar dunia di mana identitas dan kesadaran tidak lagi ditentukan oleh fisik.

Teknologi siberpunk telah berkembang hingga manusia memiliki cyberbrain yang memungkinkan mereka terhubung dengan berbagai jaringan dan berpindah bentuk.

Adaptasi film tahun 1995 karya Mamoru Oshii dianggap sebagai film klasik fiksi ilmiah meskipun awalnya gagal di box office.

Film itu mengambil nada yang jauh lebih filosofis dan tenang dibandingkan manga asli yang humoris dan kadang konyol.

Adaptasi-adaptasi berikutnya sebagian besar mengikuti nada tersebut, termasuk sekuel Oshii yang lebih berat dan Stand Alone Complex yang lebih berfokus pada intrik politik.

Namun, adaptasi terbaru dari Science Saru mengambil pendekatan berbeda.

Pendekatan Baru yang Segar

Seperti versi sebelumnya, dunia fiksi ilmiah yang luas dari Ghost in the Shell baru ini berpusat pada Motoko Kusanagi, seorang cyborg yang memimpin unit taktis elit Public Security Section 9 dalam memerangi kejahatan dunia maya dan terorisme.

Dengan bantuan sesama cyborg bernama Batou, Kusanagi berkonflik dengan seorang peretas misterius yang disebut Puppet Master yang dapat mengendalikan pikiran cybernetic orang lain dari jarak jauh.

Science Saru banyak mengambil dari akar spiritual manga, menonjolkan humor dan nada ringan yang awalnya mendefinisikan dunia ini.

Adaptasi ini memberikan tontonan baru yang belum pernah terlihat di layar sebelumnya.