Tetapi masalahnya, dalam sejarah kita yang sebenarnya, ada Kekaisaran Korea.

Dalam drama fantasi ini, kami telah menghilangkan periode-periode yang menyakitkan, era kolonial, tetapi seharusnya saya mengangkat hal itu dan merefleksikannya dalam cara saya menggambarkan berbagai hal.

Dan saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan saya," tutup Park Joon Hwa.

Visi sutradara ini memicu reaksi keras dari publik yang menganggap fiksi sebagai tameng pelecehan sejarah.

Petisi ke Majelis Nasional yang per 24 Mei telah mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan menuntut tiga poin utama.

Pertama, penangguhan siaran segera oleh Komisi Standar Komunikasi Korea. Kedua, penghapusan permanen dari semua platform streaming termasuk Disney+.

>>> Karakter Pendukung Anime Ini Dinilai Lebih Menarik Dibanding Tokoh Utama

Ketiga, sanksi institusional berupa pembatasan izin siaran dan pengecualian pendanaan pemerintah bagi perusahaan produksi yang melanggar.