Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, antusiasme peserta terus meningkat, kualitas permainan para pemain muda juga semakin berkembang dari seri ke seri.

Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola putri masa depan,” lanjut Teddy Tjahjono.

Pentingnya Konsistensi Latihan

Menurut manajemen kompetisi, rutinitas kejuaraan yang terjadwal secara kompetitif sangat krusial bagi pengembangan mental serta pengalaman bertanding para siswi di lapangan hijau.

>>> Real Madrid Imbangi Real Betis 1-1, Kylian Mbappe Cedera Hamstring

“Penyelenggaraan yang konsisten dan berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola putri.

Dari sini para pemain mendapat kesempatan berkembang, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memupuk mental kompetitif sejak dini,” jelas Teddy Tjahjono.

Di sisi lain, tim pemantau bakat menekankan pentingnya konsistensi latihan dan pembentukan karakter anak di luar urusan mengejar kemenangan semata.

“Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola.

Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya.

Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang sejalan dengan dunia pendidikan,” ujar Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge 2025/2026, Timo Scheunemann.

Tim pelatih juga terus melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah agar pemain potensial terjaring masuk ke dalam tim All-Star Malang yang diproyeksikan bertanding di Kudus pada akhir Juni mendatang.

“Kudus kota pertama MLSC, jadi awal mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun.

Sementara, Malang baru dua kali menggelar MLSC, tapi perkembangannya sudah terlihat baik, dari jumlah pemain maupun kualitas pemain.

Kami juga mendatangi sekolah-sekolah supaya mereka ikut berpartisipasi.

Bahkan pemain yang tampil di final KU 12 nanti diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang untuk tampil di Kudus pada akhir Juni bersama perwakilan 12 kota lainnya,” lanjut Timo Scheunemann.

Partisipasi Peserta

Secara keseluruhan, MLSC Kudus Seri 2 yang berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng pada 19-24 Mei 2026 diikuti oleh 1.391 siswi dari 89 sekolah.

>>> Real Madrid Gagal Petik Poin Penuh, Tertahan Imbang 1-1 oleh Real Betis

Adapun MLSC Malang Seri 2 yang bergulir di Stadion Gajayana pada 21-24 Mei 2026 berhasil menarik partisipasi sebanyak 2.161 siswi dari 122 sekolah.