Kompetisi sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) seri kedua musim 2025/2026 di kota Kudus dan Malang resmi berakhir pada Minggu (24/5/2026).

Ajang ini melahirkan juara-juara baru serta menunjukkan peningkatan kualitas pembinaan atlet muda secara konsisten.

>>> PSBS Biak Tunggak Gaji Pemain Empat Bulan Usai Degradasi

Hasil Pertandingan di Kudus

Pada kategori Kelompok Usia (KU) 10 MLSC Kudus Seri 2, MI NU Baitul Mukminin sukses mengamankan trofi juara setelah menumbangkan MI NU Pendidikan Islam dengan skor 4-1.

Sementara itu, kejutan terjadi di kategori KU 12 Kudus.

Tim juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara harus menyerahkan gelar kepada SDN Jambean 02 Pati lewat laga sengit yang berakhir dengan skor 6-5.

Hasil Pertandingan di Malang

Di kota Malang, SDN Lowokwaru 3 mendominasi kategori KU 12 dengan kemenangan 3-0 atas SDN Pandanlandung.

Sedangkan kategori KU 10 dimenangi oleh SDN Tulungrejo 02 setelah mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1.

Komitmen Jangka Panjang Pembinaan

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menjelaskan bahwa pelaksanaan kompetisi di Kudus dan Malang ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang demi membangun ekosistem sepak bola putri di Indonesia sejak usia dini.

“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia.

MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten,” ujar Teddy Tjahjono.

Pihak panitia penyelenggara juga melanjutkan pembinaan ini ke jenjang berikutnya melalui Hydroplus Soccer League untuk terus mewadahi antusiasme peserta yang terus meningkat dari seri ke seri.

“Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League.