BlackBerry kembali pada tahun 2026, namun bukan dalam wujud ponsel klasik.

Perusahaan yang sempat identik dengan keyboard fisik itu kini bertransformasi menjadi pemain utama di bidang keamanan siber global.

>>> Motorola Edge 70 Pro+ Siap Meluncur Juni 2026 dengan Baterai Jumbo

Menurut laporan Digital News Asia, BlackBerry Ltd. telah beralih dari produsen ponsel menjadi perusahaan perangkat lunak yang fokus pada keamanan siber dan Internet of Things (IoT).

Fokus pada Keamanan Tingkat Militer

BlackBerry kini mengembangkan teknologi untuk komunikasi tingkat militer dan manajemen krisis. Tahun 2026 diprediksi menjadi puncak strategi baru mereka.

Produk BlackBerry tidak lagi dijual di rak toko, melainkan bekerja di balik layar melindungi data pemerintahan dan sistem keamanan mobil pintar.

Malaysia telah ditunjuk sebagai markas besar regional BlackBerry.

>>> Samsung Kalahkan Apple dalam Studi Kepuasan Pengguna Smartphone 2026

Melalui Cybersecurity Centre of Excellence di Cyberjaya, mereka melatih ribuan tenaga ahli untuk memperkuat ketahanan siber di ASEAN, termasuk Indonesia.

Baru-baru ini, BlackBerry bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) meluncurkan program Cyber Pathways. Program ini mencetak tenaga profesional yang siap menjaga infrastruktur penting dari serangan siber.

Kritik terhadap Aplikasi Pesan Populer

Jonathan Jackson, pejabat tinggi BlackBerry untuk Asia-Pasifik, menyoroti bahwa aplikasi seperti WhatsApp atau Signal memiliki enkripsi, namun metadata pengguna tetap bisa diintip.

BlackBerry ingin memastikan para pemimpin negara dan pebisnis besar tidak lagi menggunakan aplikasi pesan gratisan yang rawan bocor.

>>> Pekerja Muda Indonesia Pimpin Adopsi AI Global, Capai 87 Persen

Dengan transformasi ini, BlackBerry membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar ponsel lawas, melainkan benteng digital yang siap menghadapi ancaman siber masa depan.