Manajer Pep Guardiola menegaskan bahwa penggantinya di Manchester City harus mempertahankan otentisitas. Pelatih baru tidak boleh mencoba meniru gaya kepemimpinan yang ia terapkan.

Guardiola akan meninggalkan klub pada akhir musim ini setelah satu dekade. Ia mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, trofi Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

>>> Jadwal Bola Malam Ini: Liga Inggris, Italia, Spanyol Penentu Juara dan Degradasi

Enzo Maresca muncul sebagai kandidat terkuat. Ia pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City serta melatih Chelsea dan Leicester City.

Guardiola mengaku tidak dimintai masukan soal manajer baru. Ia menekankan bahwa meniru kesuksesan pendahulu tidak akan berhasil.

"Copy and paste tidak akan berhasil dalam pekerjaan seperti ini," ujar Guardiola pada Jumat (23/5) menjelang laga terakhir Liga Inggris melawan Aston Villa.

Setiap pelatih memiliki karakteristik dan metode unik. Mereka tidak bisa disamakan satu sama lain.

"Anda harus unik, alami, dan menjadi diri sendiri. Pelatih baru nanti akan menjadi dirinya sendiri," tambahnya.

>>> Nathan Tjoe-A-On Bawa Willem II Promosi ke Eredivisie 2026/2027

Menurut Guardiola, kegagalan akan mengintai jika pelatih membuang identitas asli demi menjadi tiruan orang lain. "Saat mulai menjadi salinan orang lain...

setiap orang adalah dirinya masing-masing. Memang harus seperti itu," katanya.

Di luar soal suksesi, Manchester City masih menghadapi 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan Liga Inggris. Guardiola menyatakan tetap percaya pada manajemen klub.

"Karena saya percaya kepada mereka! Saya sudah berbicara dengan mereka dan saya percaya dengan cara mereka bersikap dan apa yang mereka lakukan.

>>> Inter Milan Imbangi Bologna 3-3 di Laga Penutup Serie A

Jadi apa pun yang terjadi, nantinya akan ada keputusan akhirnya. Saya percaya kepada mereka," tutup Guardiola.